• Minggu, 29 Januari 2023

Tahun 2023, BI Prediksi Inflasi Lampung Capai 3 Persen dan Ekonomi Tumbuh 5 Persen

Senin, 26 Desember 2022 - 16.04 WIB
98

Kepala KPW Bank Indonesia Lampung, Budiyono, saat refleksi akhir tahun 2022 dan outlook perekonomian Provinsi Lampung tahun 2023, Senin (26/12/2022). Foto:Ria/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung memprediksi jika inflasi Lampung pada tahun 2023 mencapai 3 persen dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen.

"Di 2023 pertumbuhan ekonomi Lampung diharapkan bisa mencapai lebih dari 5 persen. Laju inflasi bisa 3,  IPM lebih dari 72,5 dan tingkat kemiskinan diangka 7,5 sampai 8,5 persen," kata Kepala KPW BI Lampung, Budiyono, saat refleksi akhir tahun 2022 dan outlook perekonomian Provinsi Lampung tahun 2023, Senin (26/12/2022).

Budi menjelaskan, pada tahun 2023 mendatang terdapat sejumlah tantangan secara struktural berupa kinerja lapangan usaha primer berupa pertanian yang diperkirakan akan mengalami penurunan.

"Kemudian ada juga tantangan eksternal berupa harga acuan komoditas ekspor utama Lampung dalam tren menurun seiring melambatnya permintaan. Kemudian permintaan komoditas utama ekspor Lampung juga berisiko menurun," lanjutnya.

Baca juga : Refleksi Akhir Tahun 2022, Gubernur Arinal: Inflasi Terkendali Ekonomi Tumbuh Positif

Sementara itu, untuk kenaikan inflasi sendiri salah satunya dipengaruhi oleh nilai tukar mata uang negara yang berkembang lebih depresiatif dan ketidakpastian pasar keuangan yang berisiko mengganggu intermediasi Perbankan.

"Namun tetap akan terbantu dengan adanya peningkatan blending biodiesel yang berpotensi meningkatkan produksi CPO. Peningkatan permintaan dari Tiongkok seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi," terangnya.

Baca juga : Gubernur Arinal Minta Harga Kopi di Tingkat Petani Minimal Rp40 Ribu Per Kilogram

BI Lampung merekomendasikan beberapa hal agar perekonomian dan inflasi Lampung tetap terjaga. Hal yang harus dilakukan mulai dari perluasan program Kampus Merdeka, PKL, dan KKN Universitas yang diarahkan ke ranah UMKM.

"Kemudian eksplorasi potensi pengembangan ekonomi hijau di setiap Kabupaten/Kota, baik dalam bentuk perbaikan model bisnis UMKM, hilirisasi komoditas unggulan, maupun proyek investasi yang clear and clear," ungkapnya.

Sementara hal yang bisa dilakukan juga ialah dengan adanya penyelenggaraan event pengembangan UMKM dan ekonomi daerah yang terintegrasi dengan perusahaan nasional. (*)


Video KUPAS TV : Susi Air Berhenti Beroperasi di Bandara M Taufiq Kiemas Pesibar