• Senin, 28 November 2022

Selain Sekda, Kepala Bapenda Way Kanan Juga Disebut Titip Calon Maba Unila

Senin, 21 November 2022 - 13.25 WIB
151

Persidangan dengan terdakwa Andi Desfiandi di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang beberapa waktu lalu. Foto: Dok/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Way Kanan - Buka-bukaan sidang kasus suap Karomani, banyak menyeret nama pejabat. Selain nama Sekda Way Kanan Saipul dan Herman HN, nama Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Way Kanan, Nuryandi juga disebut oleh saksi Ketua Satuan Pengendalian Internal Unila, Budiono, menitipkan calon Mahasiswa baru (Maba) Unila.

Dimana dalam sidang dengan terdakwa Andi Desfiandi di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, pada Rabu (16/112022) lalu, JPU KPK Agung Satrio Wibowo menghadirkan dua orang saksi, yakni Wakil Rektor II Unila Asep Sukohar dan Ketua Satuan Pengendalian Internal Unila Budiono.

Baca juga : Sekda Way Kanan Disebut Ikut Titipkan Keponakan Dengan Setoran Rp 250 Juta

Dalam sidang tersebut, saksi Budiono diminta menyebutkan siapa saja yang menitipkan calon mahasiswa baru, Budiono menyebut ada titipan salah satunya minta dibantu anaknya diluluskan masuk Jurusan Teknik Informatika Unila, yakni dari salah satu pegawai Pemkab Way Kanan bernama Nuryandi.

"Dia (Nuryadi) menyampaikan anaknya mendaftar di Unila. Lalu saya tanya kesanggupan menandatangani Sumbangan Pembangunan Institusi (SPI) sekitar Rp35 juga atau Rp25 juta, saya lupa," ucap Budiono.

Baca juga : Disebut Titip Calon Maba Unila, Sekda Way Kanan: Itu Sumbangan

Saat dikonfirmasi pada Senin (21/11/2022) siang, Kepala Bapenda Way Kanan Nuryandi, membenarkan jika nama yang disebut saksi dalam persidangan tersebut adalah dirinya.

"Iya Itu benar, pendaftarannya kan mandiri, SPI itu kan resmi, jadi bukan suap, kalau masuk fakultas teknik minimal Rp25 juta, jadi saya mengisi itu," ungkapnya.

Baca juga : Sidang Perkara Suap Maba Unila, Herman HN Disebut Setor Rp150 Juta

Saat ditanya pembahasan saat menemui saksi Budiono diruangannya, Nuryandi mengungkapkan, dirinya ke ruangan itu hanya untuk mengobrol.

"Jadi cuma cerita anak saya masuk ke mandiri, dan ada SPI sanggup berapa katanya. Tapi saya tidak mengasih uang dan tidak mengasih apa-apa. Kecuali kalau saya nitip uang nya, jadi SPI itu kan resmi, jadi saya itu dibantunya berdoa dan belajar, sudah gitu saja," tutupnya. (*)


Video KUPAS TV : 655 Warga Lampung Terserang Malaria, Warga Diimbau Basmi Sarang Nyamuk