• Sabtu, 01 Oktober 2022

Pemkot Metro Dinilai Berlebihan Sambut Mahasiswa Dengan Kawat Berduri, KNPI: Mereka Bukan Teroris!

Senin, 19 September 2022 - 16.53 WIB
133

Tampak Walikota Metro Wahdi saat bernegosiasi dengan perwakilan mahasiswa. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Terpasangnya kawat berduri sepanjang kurang lebih 30 meter untuk menghalau aksi demonstrasi ratusan mahasiswa di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menjadi sorotan publik. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Metro menilai sikap Pemkot berlebihan.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD KNPI Kota Metro, Lukman Sanjung. Menurutnya, aksi damai oleh Aliansi Mahasiswa tersebut bukan merupakan ancaman bagi pemerintah.

"Saya memandang pemerintah terlalu berlebihan, dengan memberikan pagar berduri 30 meter, itu berlebihan. Mahasiswa hanya ingin menyampaikan aspirasi," kata dia kepada Kupastuntas.co, Senin (19/9/2022).

Baca juga : Kawat Berduri Dipasang di Depan Gedung Pemkot Metro Jelang Demo Kenaikan BBM

Baca juga : Massa Aksi Ricuh, Walikota Metro Sepakati Penolakan Kenaikan BBM

Menurutnya, aksi demonstrasi mahasiswa tersebut merupakan bentuk kebebasan berekspresi dalam mengisi kemerdekaan.

"Saya juga dulu pernah demo, gak sampai begitu. Hanya barisan pengaman. Sudah menjadi tugas dan fungsi mahasiswa dalam memberikan kontrol terhadap pemerintah. Fungsi mahasiswa sebagai agen pembaharuan," ujarnya.

Baca juga : Breaking News, Demo Mahasiswa di Pemkot Metro Ricuh, Ketum HMI Terluka

Ketua KNPI itu juga menilai pemasangan kawat berduri dalam aksi damai aliansi mahasiswa sangat tidak layak. Ia menyebut, penyampaian aspirasi oleh mahasiswa wajib dilindungi.

"Tidak layak jika disambut dengan kawat berduri, karena mereka mahasiswa hanya mau nyampaikan aspirasi. Saya secara pribadi, pengalaman aktivis ketika demo dulu, tidak ada pemasangan kawat berduri. Gak sampai begitu, mereka bukan teroris," tandasnya. (*)