• Selasa, 12 Mei 2026

Lagi, Pelajar SD di Metro Lampung Mengaku Nyaris Jadi Korban Penculikan

Senin, 06 Juni 2022 - 09.37 WIB
4k

Korban FRA (9) bersama sang ibu YP (33) saat menceritakan peristiwa yang dialami kepada awak media di rumahnya. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Kabar percobaan penculikan kian hari semakin meresahkan warga Kota Metro. Terbaru, seorang pelajar sembilan tahun nyaris menjadi korban percobaan penculikan usai melaksanakan ibadah salat Dzuhur.

Dari informasi yang dihimpun Kupastuntas.co, dugaan percobaan penculikan tersebut menyasar anak laki-laki berinisial FRA (9) yang merupakan pelajar kelas 3 Sekolah Dasar (SD) di Metro Selatan.

Kejadian berlangsung pada tanggal 1 Juni 2022 sekira pukul 13.00 WIB, tepatnya sehari setelah kabar dugaan percobaan penculikan terhadap siswi SMP Negeri 1 Metro yang viral.

Baca juga : Waspada, Pelajar SMPN di Metro Nyaris Jadi Korban Penculikan

YP (33), ibu korban bercerita, ia yang kala itu cemas akan kondisi keamanan di lingkungannya di Metro Selatan, langsung berkoordinasi dengan kerabat dan aparatur lingkungan.

Orang tua korban juga menghubungi insan Pers agar peristiwa yang dialami buah hatinya dapat disampaikan ke publik yang lebih luas, sehingga para orang tua dan masyarakat dapat lebih waspada dalam menjaga buah hatinya.

"Saya tahunya itu pas hampir ashar, pas saya pulang dari rumah sakit anak saya cerita kalau ditarik-tarik orang. Awalnya saya tidak percaya, tapi kok anak saya cerita-cerita terus," kata dia kepada Kupastuntas.co, Senin (6/6/2022).

Lantaran kuatir dan penasaran dengan cerita sang anak, sang ibu langsung meminta FRA untuk bercerita lebih detail tentang hal yang dialaminya.

"Terus saya ajak untuk lihat orang-orang di sekitar, tapi dia bilang bukan seperti itu orangnya. Karena saya juga sudah panik, akhirnya habis magrib saya tanyakan lagi kronologisnya ke anak saya," ujarnya.

Baca juga : Pasca Viral Siswi SMP Hampir Diculik, Disdikbud Metro Keluarkan SE Waspada Penculikan

Wanita yang merupakan istri dari HD (40) tersebut mengungkapkan bahwa anaknya sempat terlibat adegan tarik menarik sebelumnya akhirnya bisa meloloskan diri.

"Anak saya cerita, tangan dia ditarik. Terus tangan pelakunya digigit pas narik anak saya ke dalam mobilnya. Mobil yang dibawa pelakunya itu mobil pick up," ucapnya.

"Saya mulai cemas karena saya ingat edaran pemberitahuan Dinas itu dari grup WA dan memang hari sebelumnya ada kejadian yang anak SMPN 1 Metro itu," imbuhnya.

Kini dirinya berharap agar aparat Kepolisian dapat menciptakan rasa aman di Bumi Sai Wawai. Selain itu. Ia juga mengharapkan petugas kepolisian untuk rutin melakukan patroli hingga ke jalan di kawasan pemukiman.

"Karena saya kuatir ini beneran saya langsung lapor sama RT dan keluarga. Harapan saya banyak khususnya kepada kepolisian untuk meningkatkan pengawasan dengan patroli ke jalan-jalan dalam. Di daerah sini baru terjadi kepada anak saya," pungkasnya.

Baca juga : Rumah Perempuan dan Anak Lampung Lakukan Trauma Healing ke Siswi Korban Percobaan Penculikan

Sementara sang anak juga menceritakan kronologis yang dialaminya, usai pulang salat Dzuhur di Mushola. "Jadi aku dari kebun jeruk pulang duluan, terus aku ke mushola untuk salat Dzuhur. Pas aku salat sepi tidak ada orang. Habis salat ada orang tidak dikenal, terus aku ditarik diajak ke mobil," cerita FRA.

Beruntungnya, anak pertama dari dua bersaudara itu berhasil kabur setelah menggigit tangan pelaku lalu melarikan diri.

"Sambil narik tangan orangnya bilang gini, ikut om ke mobil. Terus tangan orang itu aku gigit. Terus aku lari dan ku ambil batu dua, aku lempar orang itu," bebernya.

Bocah tersebut juga menjelaskan ciri-ciri terduga pelaku yang sempat menarik dan mengajaknya masuk ke dalam sebuah mobil pick up.

"Dia pakai baju hitam kancing putih kaya preman, ada cincin di hidung. Pakai gelang dan kalung warna emas, badan kurus, jenggotan dan rambutnya gondrong gak diikat," tandasnya.

Dari catatan Kupastuntas.co, dugaan percobaan penculikan terhadap pelajar di Metro telah beberapa kali terjadi. Peristiwa pertama yang viral menyasar siswi SMP Negeri 1 Metro berinisial NZC (13).

Usai kabar tersebut viral, kembali muncul kisah pelajar yang mengaku menjadi korban percobaan penculikan. Ia merupakan laki-laki berinisial RCW (16), pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTS) di Metro.

Usai dua kabar tersebut mengegerkan warga Kota Metro, kini kembali muncul laporan serupa. Kali ini korbannya merupakan siswa SD di Metro Selatan berinisial FRA (9). (*)


Video KUPAS TV : Warga Pringsewu Cabuli Anak di Bawah Umur