• Senin, 22 Juni 2026

Warga Potong Kambing Usai Sekda Lampung Tengah Ditetapkan Tersangka

Senin, 22 Juni 2026 - 13.32 WIB
78

Sejumlah warga menggelar aksi potong kambing di depan halaman Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Tengah - Sejumlah warga menggelar aksi potong kambing di depan halaman Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah sebagai bentuk apresiasi atas penegakan hukum yang dilakukan oleh Polda Lampung, terkait dugaan kasus honorer fiktif di Kota Metro yang menyeret Sekretaris Daerah Lampung Tengah, Welly Adiwantra sebagai tersangka.

Sudirman, salah satu peserta aksi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan dimaksudkan untuk merayakan penetapan tersangka terhadap seorang pejabat publik.

Menurutnya, aksi itu merupakan simbol dukungan masyarakat terhadap proses penegakan hukum yang berjalan tanpa pandang bulu.

"Kami tidak sedang bersyukur karena ada pejabat yang menjadi tersangka. Kami bersyukur karena hukum masih ditegakkan tanpa memandang jabatan, kedudukan, maupun kekuasaan," ujar Sudirman, Senin (22/6/2026).

BACA JUGA: Sekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Jadi Tersangka Korupsi

Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh pejabat publik agar menjalankan amanah dengan penuh integritas dan menjauhi praktik-praktik korupsi.

"Mudah-mudahan ke depan Allah SWT menghadirkan pemimpin dan pejabat di Lampung Tengah yang amanah, bersih, serta berpihak kepada kepentingan rakyat. Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan sarana untuk menyalahgunakan kewenangan," katanya.

Sudirman juga mengingatkan bahwa masyarakat akan terus mengawasi jalannya pemerintahan di Lampung Tengah. Menurutnya, setiap pejabat harus menyadari bahwa kekuasaan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

"Jangan bermain-main dengan jabatan di Lampung Tengah. Rakyat menginginkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi. Siapa pun yang melanggar hukum harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegasnya.

Aksi tersebut berlangsung dengan tertib dan menjadi simbol harapan masyarakat agar penegakan hukum dapat terus berjalan secara konsisten demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. (*)