Cegah Banjir Susulan, Bronjong Dipasang di Sepanjang Sungai BNS Lambar
Pemasangan bronjong di sejumlah titik rawan di sepanjang aliran sungai Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS). Foto: Echa/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Upaya penanganan pascabanjir bandang di Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), mulai difokuskan pada langkah mitigasi melalui pemasangan bronjong di sejumlah titik rawan sepanjang aliran sungai.
Tim gabungan yang terdiri dari anggota DPRD Lampung Barat Mistiana, TNI-Polri, BPBD, aparat kecamatan, aparat pekon, serta masyarakat setempat turun langsung ke lokasi untuk mempercepat proses pemulihan sekaligus mencegah banjir susulan.
Pemasangan bronjong menjadi prioritas utama sebagai upaya penguatan bantaran sungai yang sebelumnya jebol akibat derasnya arus banjir. Struktur kawat berisi batu tersebut dipasang di titik-titik yang dinilai rawan longsor dan luapan air.
“Kami turun langsung bersama tim gabungan untuk memastikan proses penanganan berjalan cepat dan tepat. Selain membersihkan sisa material, kami juga mulai melakukan pemasangan bronjong sebagai langkah awal mitigasi agar air tidak lagi masuk ke permukiman warga,” ujar Mistiana di lokasi, Rabu (18/3/2026).
Selain pemasangan bronjong, tim juga melakukan pembersihan material sisa banjir seperti lumpur, kayu, dan puing-puing yang masih menumpuk di permukiman warga. Langkah ini dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal.
Mistiana menjelaskan, dampak banjir cukup serius, terutama di Dusun Bumi Jaya, di mana satu rumah warga mengalami kerusakan berat akibat terjangan arus. Tujuh rumah lainnya juga terendam dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp25 juta.
Sementara di Dusun Hantatai, sedikitnya 45 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Kondisi ini membuat sebagian warga kesulitan menyelamatkan barang-barang berharga saat banjir terjadi.
Baca juga : Hujan Deras Picu Banjir di BNS, Enam Rumah Warga Terdampak, Satu Rusak Parah
Banjir juga berdampak pada sektor ekonomi warga. Sejumlah ternak dilaporkan hanyut terbawa arus, sementara sekitar empat hektare lahan pertanian terendam yang berpotensi menyebabkan gagal panen.
Tak hanya itu, tanggul Sungai Way Bulok dilaporkan mengalami kerusakan di beberapa titik. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab meluapnya air dan meningkatkan risiko banjir susulan jika tidak segera diperbaiki.
“Ini menjadi perhatian serius, karena kerugian yang dialami warga tidak hanya pada rumah, tetapi juga sumber penghidupan mereka, seperti ternak dan hasil pertanian, sehingga kita harus hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai bentuk kepedulian kita kepada warga,” jelasnya.
Dalam penanganan ini, tim gabungan juga menyalurkan bantuan berupa sembako dan kebutuhan darurat lainnya kepada warga terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat pascabencana.
Baca juga : Dampak Banjir Bandang di BNS Meluas, Rendam Puluhan Rumah dan Hanyutkan Ternak Warga
Mistiana menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam percepatan penanganan, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang dinilai sigap merespons bencana.
“Saya sangat mengapresiasi dan banyak berterima kasih kepada Bupati Lampung Barat bapak Parosil Mabsus beserta jajaran yang telah sigap dalam merespons bencana ini. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat menjadi kunci dalam percepatan penanganan,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat BNS Mat Rizal mengatakan, kegiatan gotong royong tersebut merupakan bentuk dukungan nyata bagi masyarakat terdampak sekaligus memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga.
“Ini lah bentuk nyata bahwa masyarakat Pekon Hantatai selalu kompak dan guyub dalam setiap kegiatan,” ujarnya.
Melalui pemasangan bronjong dan langkah penanganan lainnya, diharapkan risiko banjir susulan dapat diminimalkan serta proses pemulihan masyarakat bisa berjalan lebih cepat. (*)
Berita Lainnya
-
Besok BPBD Turunkan Tim Tangani Banjir di Bumi Hantatai Lambar
Selasa, 17 Maret 2026 -
Mistiana Minta BPBD dan Dinsos Segera Beri Bantuan Korban Banjir
Selasa, 17 Maret 2026 -
Dampak Banjir Bandang di BNS Meluas, Rendam Puluhan Rumah dan Hanyutkan Ternak Warga
Selasa, 17 Maret 2026 -
Hujan Deras Picu Banjir di BNS, Enam Rumah Warga Terdampak, Satu Rusak Parah
Selasa, 17 Maret 2026








