Lauk Makan Bergizi Gratis di Lamtim Sebesar 'Jempol’, SPPI: Itu Tidak Benar

Pekerja dapur MBG di Desa Braja Mulya, Kabupaten Lampung Timur. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mengklarifikasi isu ukuran potongan ayam Program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) yang dinilai kecil atau disebut sebesar 'jempol'.
Pihak SPPI, Ikhwanudin, yang bertugas sebagai pengawas dapur umum wilayah Desa Braja Mulya, Kecamatan Braja Selebah, membantah informasi tersebut. Menurutnya, hal itu tidak benar dan jauh dari fakta.
Ikhwanudin menjelaskan, tidak ada ukuran lauk yang kecil karena semua sudah standar ukuran yang menyesuaikan tingkat kelas anak, tentu kelas 1, 2 dan 3 akan berbeda dengan kelas 3, 4 dan 5 kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh berbeda.
Lebih lanjut, Ikhwanudin menegaskan bahwa lauk yang diberikan kepada siswa SDN Desa Braja Gemilang telah melalui proses pemeriksaan terlebih dahulu sebelum dipaketkan.
"Sebelum dipacking, kami sudah melakukan pengecekan, jadi informasi yang beredar tentang potongan ayam yang kecil itu tidak sesuai dengan kenyataan," ujarnya.
Baca juga : Miris, Lauk Makan Bergizi Gratis di Lampung Timur Sebesar 'Jempol’
Menurutnya, meskipun ada kekeliruan kecil yang mungkin terjadi, hal itu bisa menjadi pengalaman untuk lebih teliti lagi, mengingat program ini baru saja diluncurkan.
Ikhwanudin juga menegaskan bahwa potongan ayam yang terlihat dalam foto yang beredar sebenarnya sudah sesuai dengan standar gizi untuk anak-anak SD. Sebab, setiap menu yang disiapkan telah diperiksa dan disetujui oleh pihak ahli gizi yang bertugas di dapur Braja Mulya.
"Kami sudah memastikan bahwa menu yang diberikan mengandung nilai gizi yang baik untuk anak-anak," jelasnya.
Ikhwanudin juga mengajak masyarakat untuk memantau langsung program makan bergizi gratis ini di sekolah-sekolah yang mendapatkan bantuan.
"Program ini terbuka untuk pengawasan dari siapa saja, kami percaya masyarakat dapat memantau secara langsung dan memastikan program ini berjalan dengan profesional," tutupnya. (*)
Berita Lainnya
-
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Lamtim Berubah Fokus pada Lowongan Kerja Panen Tebu
Kamis, 27 Februari 2025 -
Warga Desa Gedung Ringin Lamtim Tangkap Buaya Sepanjang 3 Meter
Kamis, 27 Februari 2025 -
Ibu Pembunuh Anak Kandung di Lampung Timur Tidak Ditahan Karena Alami Gangguan Jiwa
Kamis, 27 Februari 2025 -
Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Lamtim Meningkat, Penggunaan HP Berlebih Dituding Jadi Penyebabnya
Kamis, 27 Februari 2025