Mahasiswa Hanyut di Bendungan Way Sabu Pesawaran Ditemukan Meninggal

Proses evakuasi tiga mahasiswa hilang di bendungan Sungai Way Sabu Pesawaran. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Pesawaran - Korban terakhir yang hilang terbawa arus
bendungan Sungai Way Sabu, Dusun Margo Dalem, Desa Batu Menyan, Kabupaten
Pesawaran Lampung akhirnya ditemukan. Hal tersebut disampaikan oleh Humas
Basarnas Provinsi Lampung, Deni Kurniawan.
"Ini informasinya korban sudah ditemukan siang tadi dalam keadaan meninggal, teman-teman
sedang melakukan proses evakuasi, keterangan lebih lanjut kami masih menunggu
laporan tim di lapangan," kata Deni saat dihubungi, Selasa (25/2/25).
Identitas korban terakhir yang sudah ditemukan yakni Dedi Muhamad Sanjaya warga
Kelurahan Gunung Sula, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung.
Diketahui sebelumnya, peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin 24
Februari 2025 sekitar pukul 10.WIB, dimana sebanyak enam Mahasiswa Institut
Maritim Prasyeta Lampung yang tengah melaksanakan kegiatan KKN di Desa Sidodadi
pergi untuk berenang di Bendungan Way Sabu, Desa Batu Menyan bersama satu
pendamping mereka.
BACA JUGA: Tiga
Mahasiswa Hanyut di Bendungan Way Sabu Pesawaran, Dua Tewas Satu Hilang
Setibanya di Bendungan tersebut, sekira pukul 12.30 WIB, tiga orang
Mahasiswa memutuskan untuk berenang lebih dahulu, sementara empat lainnya masih
berada di tepi sungai, naas arus sungai secara tiba-tiba menjadi deras dan
menghanyutkan ketiga mahasiswa tersebut.
Mendapatkan laporan kejadian itu, Tim Gabungan TNI/Polri, Aparat Kecamatan,
Puskesmas Teluk Pandan bersama warga sekitar melakukan pencarian dan berhasil
menemukan dua korban terlebih dahulu dalam keadaan meninggal dunia di hari yang
sama dan jauh dari lokasi kejadian.
Adapun dua korban tersebut yakni:
Risky Kurniawan, warga Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Kota
Bandar Lampung.
Ricky Anggara A, warga Dusun Way Apus, Desa Bakauheni, Kabupaten Lampung
Selatan.
Atas pristiwa naas ini, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni
Iswandari menghimbau agar Masyarakat untuk berhati-hati terhadap kondisi cuaca
ekstrem yang masih akan berlangsung beberapa hari kedepan.
"Musim hujan masih berlangsung di Provinsi Lampung, kami menghimau
masyarakat untuk menghindari berenang disungai atau bendungan karena arus
tiba-tiba menjadi deras," ucap Kombed Pol Yuni Iswandari. (*)
Berita Lainnya
-
Marriot Resort & Spa Diduga Pasang Jaring Laut Ilegal, Mitra Bentala: Pemerintah Harus Tegas
Rabu, 26 Februari 2025 -
Desa Hanura Pesawaran Masuk Top 15 Desa BRILian 2024
Rabu, 26 Februari 2025 -
M Nasir Siapkan Gugatan ke MK Terkait Dugaan Kecurangan Pilkada Pesawaran 2010
Selasa, 25 Februari 2025 -
Tiga Mahasiswa Hanyut di Bendungan Way Sabu Pesawaran, Dua Tewas Satu Hilang
Senin, 24 Februari 2025