• Jumat, 01 Maret 2024

Petani Lampung Barat Sukses Kembangkan Potensi Kopi Arabika, Hasilkan 3,4 Ton per Hektar

Selasa, 30 Januari 2024 - 15.04 WIB
866

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama Pj Bupati Lampung Barat Nukman saat panen kopi jenis Arabika di Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau, Selasa (30/1/2024). Foto: Istimewa.

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama Pj Bupati Lampung Barat Nukman melakukan panen kopi jenis Arabika bersama sejumlah petani di Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau, Selasa (30/1/2024). Kopi Arabika berhasil dikembangkan petani dengan produksi 3,4 ton per Hektar.


Untuk diketahui, kopi jenis arabika merupaka jenis kopi yang sangat jarang dikembangkan oleh masyarakat Lampung Barat, namun beberapa tahun terakhir jenis kopi tersebut mulai dikembangkan para petani di Bumi Beguai Jejama Sai Betik karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.


Salah satu petani kopi di Lampung Barat yang menjadi pelopor utama pengembangan kopi arabika di Lampung Barat yakni Ahmat Supriyono, warga kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau. Ia mengatakan tertarik mengembangkan kopi arabika karena melihat potensi pasar yang besar 

Ia menjelaskan, cara penanaman kopi arabika tidak jauh berbeda dengan penanaman kopi Robusta. Hanya saja untuk pengebangan kopi Arabika di kebun miliknya ia menerapkan metode tanam pagar. Metode tersebut dengan memberikan jarak tanam satu meter kali dua meter.

"Alhamdulillah pada tahu lalu hasilnya sudah mencapai 3,4 ton per hektar dan mudah-mudahan tahun ini saya targetkan sampai dengan 4 ton," kata dia kepada wartawan saat mendampingi Gubernur Lampung dan Pj Bupati Nukman panen kopi Arabika di lahan perkebunannya.

Melihat keberhasilan Ahmad Supriyono mengembangkan kopi Arabika yang notabene nya kurang diminati masyarakat Lampung Barat. Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memberikan apresiasi kepada Supriyono. Ia merasa terpukau melihat kemampuannya mengembangkan kopi Arabika.

"Kita tentu sangat mengapresiasi dalam pengembangan kopi Arabika dengan metode tanam pagar saya sangat senang sekaligus bangga melihat petani kopi di Lampung berhasil menciptakan inovasi-inovasi baru. Senang sekali saya kalau melihat kebun kopi kayak gini," kata Arinal.

Melihat buah kopi yang begitu rimbun Arinal bahkan menyempatkan waktu untuk berfoto dan memamerkan kualitas kopi Arabika milik Supriyono.

"Coba foto dulu saya disamping salah satu pohon kopi ini. Nanti akan saya kirimkan dengan menteri perkebunan," imbuhnya.

Baca juga : Terapkan Sistem Pagar, Produksi Kopi Lampung Diharapkan Capai 4 Ton per Hektar

Atas keberhasilan para petani mengembangkan kopi jenis Arabika tersebut ia bahkan berencana mengundang menteri perkebunan untuk melakukan panen kopi Arabika di kebun milik Supriyono. Ia ingin menunjukkan bahwa Lampung memiliki potensi besar disektor Perkebunan.

"Nanti kalau sudah waktunya panen akan saya coba undang pak menteri perkebunan. Kita akan tunjukkan potensi kopi arabika di Lampung Barat ini sekaligus kita ajak dia untuk ikut panen memetik kopinya," terangnya. 

Sementara Pj. Bupati Lampung Barat, Nukman menyampaikan, jenis kopi arabika yang dikembangkan Ahmad Supriyono awalnya memang kurang diminati petani kopi di Lampung Barat.

"Selama ini dikatakan sebagai kopi padang yang buahnya jarang-jarang. Dan Lampung Barat pernah mengalami kegagalan dalam pengemba gan kopi jenis ini di tahun 80 akibat adanya serangan antraknose dan nematoda," paparnya.

Oleh karena itu, dengan adanya pengembangan kopi Arabika tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para petani lain dalam pengembangan dan penyebarannya di masyarakat baik di Lampung ataupun di luar Lampung.

Ia menambahka,n dengan adanya kegiatan panen kopi Arabika tersebut berhasil menunjukkan bahwa Lampung kedepan akan menjadi bagian produsen kopi arabika Nasional.

"Semoga apa yang sudah dimulai Bapak Ahmad Supriyono ini, akan menjadi catatan baik yang dapat ditiru dan diimplementasikan bagi petani kopi lainnya," pungkasnya. (*)