Dinas PPPA Catat Ratusan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Yulia Hesti: Korban Sudah Berani Melapor
Wakil Ketua Pusat Studi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PSP3A-UBL), Yulia Hesti. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak (PPPA) kota Bandar Lampung mencatat 125 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bandar Lampung sepanjang 2023.
Wakil Ketua Pusat Studi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PSP3A-UBL), Yulia Hesti mengatakan, adanya catatan tersebut dikarenakan banyak korban atau masyarakat yang sudah berani melapor dan bicara.
"Sebelumnya mereka tidak tahu harus melapor kemana, sehingga sebenarnya ada korban tapi mereka tidak berani melapor, mereka takut, mereka malu dan tak tahu harus kemana akhirnya tidak tersampaikan," kata Yulia, saat dimintai tanggapan, Senin (15/1/2024).
Sementara sekarang sudah ada relawan sahabat perempuan dan anak (SAPA) di masing-masing kelurahan sehingga korban punya tempat melapor dan Curhat.
"Sehingga permasalahan yang ada itu akhirnya terungkap, kalau dulu mungkin takut karena ada ancaman apalagi kekerasan inces seperti pelakunya keluarga sendiri," imbuhnya.
"Mungkin sekarang mereka (korban) lebih berani karena ada lembaga perlindungan anak dan korban yang sudah lengkap sampai di tingkat kelurahan, sehingga mereka berani untuk mengungkapkan itu," sambungnya.
Baca juga : 125 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terjadi di Bandar Lampung
Selain korban yang sudah berani bicara atau melapor lanjut Hesti, ada juga faktor lain yang membuat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terungkap.
"Kemudian ada beberapa unsur yang dulu mungkin dianggap biasa-biasa saja, ternyata unsur itu masuk ke pelecehan seksual," ucapnya.
Guna mengurangi kasus kekerasan tersebut, Dirinya pun berharap peran para orang tua supaya bisa mengedukasi anak-anaknya agar bisa menjaga diri.
"Anak-anak sekarang kan dekat dengan digital, mungkin salah satu upayanya yaitu ada edukasi dari keluarga yang paling terdekat, seharusnya keluarga itu juga mengingatkan kepada anak-anaknya ketika memegang HP itu jangan hanya untuk maen yang tidak jelas," jelasnya.
"Tapi diarahkan untuk mengedukasi terkait apa saja yang masuk kedalam unsur pelecehan seksual supaya mereka tahu, mungkin selama ini mereka tidak tahu kalau dilihatin tempat bagian yang sensitif itu biasa aja, tapi ternyata itu masuk kedalam pelecehan seksual," terangnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak (PPPA) kota Bandar Lampung, Maryamah mengatakan, sejak Januari hingga Desember 2023, terdapat 125 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bandar Lampung.
Ia mengklaim, terungkapnya kasus ini lantaran berhasilnya relawan sahabat perempuan dan anak (SAPA) dalam pendekatan terhadap masyarakat di masing-masing wilayah.
"Artinya Satgas kita berhasil. Dimana adanya keberanian masyarakat untuk melaporkan kekerasan dan anak. Sebab selama ini kan banyak yang tidak berani melapor," kata Maryamah. (*)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








