Tawuran Telan Korban Jiwa, Ketua DPRD Bandar Lampung Minta Pemkot Beri Ruang Berekspresi
Ketua DPRD kota Bandar Lampung, Wiyadi. Foto: Dok/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Bandar Lampung, Wiyadi, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) memberikan ruang berekspresi bagi remaja atau generasi Z.
Hal itu mengingat berulang kali tawuran terjadi di kota Tapis Berseri, dan baru-baru ini tawurannya telah memakan korban jiwa.
Wiyadi mengaku prihatin karena kembali terjadi tawuran. "Di sekolah selain mengajarkan keilmuan, juga harus diberikan pelajaran tentang agama dan moral. Nah itu yang harus ditekankan," kata Wiyadi, saat dikonfirmasi, Rabu (1/11/2023).
Selain itu, harus ada ektrakurikuler yang mampu menjadi wadah gen z untuk memberikan ruang untuk mengekspresikan bakat mereka.
"Karena hal ini tentunya dapat mengurangi kenakalan remaja maupun kecendrungan para remaja untuk melakuman hal negatif lain," ucapnya.
Baca juga : 4 Pelajar Penganiaya Siswa BLK Bandar Lampung Hingga Tewas Ditetapkan Tersangka, 3 Masih Buron
Kemudian lanjut Wiyadi, selain dinas Pendidikan, dalam hal ini peran Pemkot Bandar Lampung juga penting. Dimana Pemkot harus memberikan ruang berekspresi pada generasi tersebut.
"Seperti hobi balap motor, maka ini harus diwadahi dan hobi lainnya," jelasnya.
Karena, terkadang mereka terbentur juga oleh sarana dan prasarana dan biaya. "Maka Pemkot ini bisa mewadahi keinginan tersebut," timpalnya.
Baca juga : 30 Saksi Diperiksa Terkait Tewasnya Siswa SMK BLK Bandar Lampung, Ini Pengakuan Rekan Korban
Sementara Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil seluruh kepala sekolah.
"Nanti semua kepala sekolah akan kita kumpulkan untuk membahas masalah ini," ucap dia.
Meski siswa SMA/SMK wilayahnya ada pada Provinsi. Namun tetap harus ada tindakan preventif untuk di antisipasi.
"Ya harus ada antisipasi, agar tidak terjadi lagi, karena anak-anak SMP suka terpengaruh dari kakak tingkatnya," kata dia.
Selanjutnya, semua wali murid dan guru-guru harus memantau terus apa yang dilakukan anak-anak. "Terutama orang tua, jangan sampai anak keluar rumah tapi kita tidak tahu," jelasnya.
Dari pihak sekolah dapat memberikan informasi atau sosialisasi bahwa tawuran tidak baik bagi pelajar.
"Anak pelajar itu tugasnya belajar, kalau ada permasalahan ayok kita selesaikan bersama. Jangan terprovokasi, agar tawura ini tidak terulang lagi," harapnya. (*)
Berita Lainnya
-
Mulai 2027 Pemprov Lampung Berikan Beasiswa kepada Pemuda lewat Program 1 Desa 1 Sarjana
Kamis, 25 Juni 2026 -
Mirza: Kemajuan Tidak Ada Artinya Apabila Masyarakat Lampung Kehilangan Jati Diri
Kamis, 25 Juni 2026 -
Polisi Dalami Insiden Pekerja Proyek Kejati Lampung Terluka Akibat Sengatan Listrik
Kamis, 25 Juni 2026 -
Peringati Haul Bung Karno, PDI Perjuangan Lampung Ajak Generasi Muda Warisi Semangat Perjuangan
Kamis, 25 Juni 2026








