TPA Bakung Terbakar, Walhi Lampung: Akibat Pengelolaan yang Buruk
Sudah tiga hari gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, Bandar Lampung terbakar. Foto: Dok/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sudah tiga hari sejak Jumat hingga Minggu (13- 15/10/2023), gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, Bandar Lampung terbakar.
Selama tiga hari tersebut api sudah membakar gunungan sampah TPA Bakung seluas 4 hektar lebih.
Menanggapi hal itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung menilai, kebakaran di TPA Bakung tidak lain faktor utamanya adalah akibat pengelolaan yang buruk.
Direktur Eksekutif Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, menyampaikan keprihatinannya atas kebakaran yang terjadi di TPA Bakung, karena ini merupakan fenomena yang luar biasa.
Menurutnya, kejadian ini sebagai pengingat bagi pemerintah atas pengelolaan TPA yang buruk.
Meskipun ada faktor lainnya, seperti membuang puntung rokok sembarangan, lalu ada juga akibat cuaca ekstrim.
"Tapi yang paling penting kan pengelolaan sampah yang sangat buruk, itu penyebab utama atas kejadian tersebut," kata Irfan, saat dikonfirmasi, Minggu (15/10/2023) malam.
Sehingga jelasnya, ini juga harus menjadi evaluasi serius bagi pemerintah karena TPA Bakung ini selalu menimbulkan masalah.
"Mulai dari air lindi yang sampai ke permukiman warga, lalu tidak adanya proses pengelolaan dan baru ini terjadinya kebakaran," ujarnya.
Baca juga : Kebakaran Sampah TPA Bakung Sudah 3 Hari, Titik Api Meluas
Menurutnya, sampah yang terbakar ini bukan hanya sekedar menimbulkan polusi, tapi juga telah terjadi pelepasan gas metana yang berkontribusi atas peningkatan efek rumah kaca
Oleh karenanya, ia berharap Pemkot harus segera berbenah dan ada upaya serta rencana aksi kebijakan atas pengelolaan sampah di Bandar Lampung.
"Kejadian kebakaran ini sekali lagi adalah imbas buruknya pengelolaan sampah. Semoga pemerintah segera sadar dan bisa segera mengambil tindakan," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Damkar Kota Bandar Lampung, Anthony Irawan mengungkapkan, lamanya proses pemadaman kebakaran tersebut, lantaran mengalami beberapa kesulitan menuju akses ke lokasi.
Pertama pihaknya kesulitan atas akses ke lokasi spot-spot api yang tidak terjangkau oleh armada pemadam. Sehingga personel harus menyambung selang menuju lokasi terdekat.
Kemudian faktor lainnya adalah cuaca, dimana musim kemarau saat ini angin menjadi lebih kencang dan sering. Sehingga membuat api sulit dipadamkan.
"Selain itu, tumpukan sampah yang mengandung gas metana juga menjadi faktor kendala kita," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
90 Orang Ikut Seleksi Calon Anggota Paskibraka Tingkat Provinsi Lampung dan Nasional 2026
Senin, 27 April 2026 -
Dewan Pendidikan Lampung Respons Wacana Penghapusan Prodi Guru: Pendidikan Bukan Pabrik Tenaga Kerja
Senin, 27 April 2026 -
PLN UP3 Tanjung Karang Gencarkan Edukasi Promo Listrik Power Up Real di Tengah Ramainya CFD
Senin, 27 April 2026 -
Lampung Kejar Target Temuan Kasus TBC, Deteksi Dini Diperluas hingga Pintu Masuk Wilayah
Senin, 27 April 2026








