Alamat Kantor Pemenang Tender Diduga Fiktif, Pengamat: Bisa Dikenakan Pasal Tindak Pidana Korupsi
Pengamat Hukum Unila, Yusdianto. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Adanya perusahaan
pemenang tender proyek perbaikan jalan di Lampung yang terindikasi memiliki alamat
kantor palsu alias fiktif. Pengamat menilai, hal ini bisa dikenakan pasal tindak
pidana korupsi.
"Fiktif ini artinya dari awal ada upaya untuk melakukan
manipulasi, tidak terbuka. Yang aktivitasnya adalah niatnya melakukan
kebohongan," ujar Pengamat Hukum Unila, Yusdianto, saat dikonfirmasi, Rabu
(24/5/2023).
Lanjut Yusdianto, jika dilihat dari implikasinya antara pelaksana dan pemberi pekerjaan sudah melakukan persekongkolan atau pemufakatan jahat terkait dengan proses pengadaan barang dan jasa. Sehingga adanya kongkalikong dalam proses ini.
BACA JUGA: Kontraktor
Proyek Jalan di Lampung Diduga Pakai Alamat Kantor Fiktif, KPK: Ada
Ketidakberesan
"Dengan demikian bisa saja dikenakan pasal tindak
pidana korupsi. Karena masa iya dari panitia nya tidak mengkroscek alamat itu
benar atau tidak," kata dia.
Oleh karenanya, ia juga mengatensi untuk membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya. Karena menurutnya, jangan-jangan hal itu sudah menjadi budaya dalam praktek jahat selama ini.
"Kita berharap apa yang terjadi yang sekarang ini
menjadi proses pembersihan, mulai dari hulu sampai hilirnya," harap dia.
Yusdianto juga menjelaskan, bahwasannya rumah di
jadikan kantor apalagi ini kontraktor yang nilainya miliaran, maka itu harus
ada plangnya.
"Selain itu ada surat izin kantor dan semuanya
harus jelas. Bukan hanya aktivitas perkantoran, tapi juga izin nya harus
lengkap," tegas Yusdianto. (*)
Berita Lainnya
-
Kementan Serahkan 260 Kasus Mafia Pangan ke Aparat Penegak Hukum
Sabtu, 23 Mei 2026 -
Kementan Percepat Tanam Oplah dan CSR untuk Jaga Produksi Pangan
Sabtu, 23 Mei 2026 -
Kementan Siapkan Anak Muda Jadi Motor Pertanian Modern Indonesia
Sabtu, 23 Mei 2026 -
Desa Tidak Bertransaksi Dolar, Akademisi UBL Nilai UMKM Tetap Rentan Dampak Global
Sabtu, 23 Mei 2026








