• Minggu, 05 Februari 2023

Soal Bidan Mesum, Ketua IBI Way Kanan: Tidak Ada Sanksi, Hanya Pembinaan

Selasa, 17 Januari 2023 - 21.22 WIB
207

Oknum Bidan asal Way Kanan bersama selingkuhannya. Foto: Dok

Kupastuntas.co, Way Kanan - Kasus dugaan perselingkuhan Bidan Puskesmas di Kabupaten Way Kanan bernama Erika Alfira (33) bersama Sahdi Wijaya (46) warga Bukit Kemuning Lampura terus menarik perhatian publik.

Merespon kasus tersebut, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Way Kanan, Ciunah menyampaikan, pihak IBI hanya melakukan pembinaan terkait kasus bidan yang diduga mesum dengan suami orang yang dilaporkan di Polres Lampung Utara dan Inspektorat Way Kanan.

"Kita sudah melakukan pembinaan oknum bidan tersebut, namun itu kembali ke pribadi masing-masing," kata Ciunah, saat memberikan keterangan, Selasa (17/01/2023).

Terkait sanksi terhadap bidan yang diduga mesum, Ciunah mengungkapkan, pihak IBI tidak memberikan sanksi, namun hanya memberikan pembinaan.

"Kalau dari kita sanksi itu tidak ada, tugas kita hanya melakukan pembinaan," ucapnya.

Saat ditanya apabila oknum bidan terbukti melanggar dan melakukan perzinahan, kode etik disiplin bidan itu seperti apa yang diberikan, dan apakah IBI bisa merekomendasikan pemecatan oknum bidan, Ciunah enggan menjawab.

Baca juga : Babak Baru Kasus Bidan Mesum di Way Kanan, Pelapor Minta Bidan Dipecat

Kabag Hukum Way Kanan, Aris Supriyanto saat dikonfirmasi mengatakan, pertama kita liat dari sisi putusan ingarahnya. Sebelum melihat keputusan, lebih baik melihat di PT manajemen PNS terlebih dahulu.

"Jika sudah ditangani kepolisian, apakah sudah ditahan atau belum. Jika sudah ditahan, harus diberhentikan sementara," ujarnya.

Ia mengaku pihaknya sampai saat ini belum melakukan pemeriksaan, karena sudah ada pemanggilan dari Inspektorat. "Kita belum tahu dakwaannya, kita lihat prosesnya dulu seperti apa," ungkapnya.

Baca juga : Pemkab Way Kanan Belum Tahu Penangkapan ASN Bidan dan Selingkuhan di Lampura

Sementara Anggota Komisi IV DPRD Way Kanan, Sairul Shidiq mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mendapat tembusan. "Belum ada tembusan dari dinas kesehatan," ungkapnya.

Sairul menegaskan, isu yang berkembang saat ini di masyarakat harus segera di tindak, jangan sampai berlarut-larut.

"Jangan diam-diam saja, ini harus segera ditindak oleh inspektorat, agar segera ada titik terangnya," ungkapnya.

Sairul juga mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut jika memang benar adanya dan mengharapkan adanya pembinaan ASN.

"Dengan adanya kasus ini saya harap adanya pembinaan ASN, pembinaan itu tidak hanya disiplin kehadiran tapi banyak, intinya disiplin," tutupnya. (*)


Video KUPAS TV : Ratusan Pelamar PPS di Lampung Barat Dinyatakan Gugur