• Senin, 28 November 2022

Terungkap, Petani Tewas Mengenaskan di Bukit Kemuning Lampura Ternyata Dibacok Anak Kandung

Rabu, 16 November 2022 - 15.04 WIB
197

Econ (34) saat dirilis Polres Lampung Utara kepada awak media. Foto: Yudha/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Utara - Sebelumnya, telah ditemukan mayat petani bersimbah darah yang diketahui bernama Acang (50) pada hari Minggu (13/11/22) di perkebunan kopi yang berlokasi Kecamatan Bukit Kemuning Kabupaten Lampung Utara.

Atas hal ituPolres Lampung Utara melalui Kapolres AKBP Kurniawan Ismail pun melakukan konferensi pers pada Rabu, (16/11/2022).

"Pelaku pembunuhan telah kita tangkap, dimana pelaku pembunuh Acang (50) adalah anak kandungya sendiri bernama Econ (34)," kata Kapolres.

Pelaku ditangkap di Kecamatan Abung Tengah Kabupaten Lampung Utara dengan kerjasama TEKAB 308 Polda Lampung. Dan dapat dikenakan dengan pasal 338 KUHP Pidana dengan hukuman maksimal 15 tahun pidana.

BACA JUGA: Geger! Petani Warga Way Kanan Ditemukan Tewas dengan Leher Hampir Putus di Kebun Kopi

"Motifnya disebakan oleh tidak diizinkan menikah oleh korban yang merupakan ayahnya. Selain itu juga pada saat kejadian, pelaku tidak diperbolehkan memakan buah oleh ayahnya, karena sakit hati maka pelaku melancarkan aksi pembunuhan," tandasnya.

Lanjut kata Kapolres, barang bukti yang diamankan adalah satu bilah golok, topi berwarna biru, satu buah tas.

Saat ditanya soal kondisi pelaku apakah mengalami gangguan jiwa, Kapolres mengatakan bahwa pelaku memiliki kartu kuning dan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa, namun untuk memastikan pihaknya akan bekerjasama dengan pihak Rumah Sakit Jiwa guna memastikan kesehatan kejiwaannya.

Ditambahkan oleh perwakilan Ditkrimum Polda Lampung, kronologi penangkapan berawal dari viralnya vidio di medsos bahwa pelaku berada di wilayah Kecamatan Abung Tengah.

"Saat ditangkap ditubuh pelaku tidak ditemukan senjata tajam, namun setelah dilakukan interogasi di Polsek, ia mengaku golok yang digunakannya disimpan di suatu kebon singkong dekat dengan TKP dan ditunjukan langsung oleh pelaku, sehingga langsung kita bawa ke Mapolres Lampung Utara," tutupnya.

Econ (34) pelaku pembunuhan ayah kandung mengaku sakit hati kepada ayahnya yang menurutnya tidak sayang kepada dirinya.

"Abisnya saya dipasung sama ayah saya 7 tahun, diiket rantek juga pas di Metro, Martapura, Rangkas. Ayah saya gak sayang saya serba dilarang-larang begitu, saya disebatin dari kecil," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya berkeinginan menikah dan dilarang oleh ayahnya. Ia juga mengaku, tidak merasa bersalah atas perbuatan yang dilakukan kepada ayahnya tersebut.

"Tidak menyesal sama sekali," tutupnya. (*)