Jika Tuntutan Diabaikan PMII Bandar Lampung Ancam Turunkan Massa Lebih Banyak
Ratusan massa aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM oleh mahasiswa yang tergabung dalam PMII berhasil merusak pintu gerbang DPRD Bandar Lampung. Foto : Muhaimin/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Ketua Pimpinan Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bandar Lampung, Muhammad Julianto mengatakan, jika tuntutan mereka terkait kenaikan BBM diabaikan, maka ia mengancam akan mengerahkan massa lebih banyak.
"Yang menjadi catatan adalah ini baru 10 persen massa masih kita batasi. Jika tuntutan diabaikan PMII akan mengerahkan jumlah massa yang lebih banyak," kata Muhammad, saat PMII gelar demonstrasi menolak kenaikan BBM, di Gedung DPRD Kota Bandar Lampung, Rabu (7/9/2022).
Selain itu, mereka tidak akan mundur ketika tuntutan tidak dipenuhi dan akan tetap menduduki gedung DPRD. "Ketika direpresi kami akan kembali dengan gelombang massa yang lebih besar," ujarnya.
Baca juga : Panas! Tak Diizinkan Masuk Gedung DPRD, Ratusan Massa Aksi Bakar Ban
Pasalnya PMII menganulir keputusan menaikkan BBM yang tidak rasional. "Pertama PB PMII melihat secara ideal pemerintah gagal melihat suasana kebatinan masyarakat," jelasnya.
Menurutnya, kenaikan BBM tentu akan memantik kenaikan harga bahan pokok. Karena ketika harga minyak dunia turun 98 dolar US per barel, pemerintah malah menaikkan BBM 30 persen.
"Kami ingin bersidang, harus ada nota kesepahaman yang ditandatangani Forkopimda, hal ini bisa menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung menolak kenaikan BBM," jelasnya.
"Dan satu yang menjadi catatan penting adalah ini bukan aksi yang terakhir jika tuntutan kami tidak diakomodir," lanjutnya.
Baca juga : Demo Tolak Harga BBM, Mahasiswa Rusak Pagar DPRD Bandar Lampung
Padahal menurutnya pemerintah lah yang mengatur harga, pemerintah juga lah yang mengatur subsidi. Tapi kenapa pemerintah bilang subsidi salah sasaran.
"Ini kan ada yang aneh, dan PMII akan menjadi garda terdepan apalagi perihal hajat hidup orang banyak," ujarnya.
Terakhir, ia meminta DPRD Kota Bandar Lampung untuk berdialog bersama PMII membahas masalah ini. (*)
Video KUPAS TV : Dampak Kenaikan Harga Solar, Nelayan Antre 4 Hari
Berita Lainnya
-
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026 -
PLN UID Lampung Dorong 100 Persen Kendaraan Operasional Berbasis EV
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Tembak di Tempat Pelaku Begal, Instruksi Kapolda Lampung Dinilai Sejalan dengan Hukum Progresif
Jumat, 15 Mei 2026 -
Muhammad Fari Madyan Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Sukses Bangun Ekosistem Digital Lampung hingga Tembus Perusahaan Internasional
Jumat, 15 Mei 2026








