• Selasa, 28 Juni 2022

Setelah Sebelumnya Terlepas, GPS Collar Pada Kawanan Gajah di Lambar Berhasil Dipasang

Jumat, 20 Mei 2022 - 15.40 WIB
55

GPS Collar Pada Kawanan Gajah di Lambar Berhasil Dipasang. Foto: Echa/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Setelah sebelumnya terlepas dari tubuh gajah bernama Fitri, kini Global Positioning System (GPS) Collar berhasil dipasang kembali di tubuh gajah bernama Buntung.

Pemasangan GPS Collar tersebut dilakukan untuk memudahkan petugas untuk melakukan pemantauan terhadap keberadaan 18 ekor gajah liar yang kerap masuk ke Pemukiman warga di Pekon (Desa) Sukamarga Kecamatan Suoh.

Kepala Seksi III Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Maris Feriadi mengatakan tim gabungan terdiri dari BB-TNBBS, TNBBS Bidang Wilayah ll Liwa dan Resort Suoh, BKSDA Bengkulu, Wildlife Response Unit (WRU), Wildlife Conservation Society (WCS), im Rhino Protection Unit (ROU) YABI, Mahout, Satgas Konflik Gajah Kecamatan hingga Pekon serta Kepolisian TNl.

"Kita bersama seluruh tim gabungan memilih gajah dengan sifat yang cukup dominan dan agresif, sebab target gajah yang akan kita pasangi GOS Collar ini sifatnya berbeda dari gajah Fitri sebelumnya karena usia gajah ini diperkirakan sudah mencapai 20 tahun," kata Maris, Jumat (20/5/2022).

Gajah yang diberi nama Buntung tersebut diambil karena memiliki ekor yang buntung, serta memiliki postur tubuh yang sangat besar, sehingga memungkinkan pihaknya untuk memasang GPS Collar tersebut dengan maksimal sehingga tidak mudah terlepas apabila gajah merasa tidak nyaman.

"Sesuai anjuran dokter bahwa kita memilih gajah yang memang pertumbuhannya sudah maksimal, sehingga pemakaian GPS Collar di tubuh gajah tersebut juga bisa kita lakukan secara maksimal," lanjutnya.

Baca juga : GPS Colar Lepas, Kawanan Gajah di Lambar Sulit Terpantau

Hal itu juga diharapkan ketika gajah tersebut merasa tidak nyaman karena mengetahui adanya benda yang dipasang, nantinya GPS Collar tersebut tidak mudah terlepas dan tetap bisa dilakukan pemantauan.

Selain itu, guna menghindari hal-hal yang tidak di inginkan pada saat akan dilakukan pemasangan GPS Collar tersebut Buntung diberikan tembakan bius sebanyak dua kali dan prosesi pemasangan GPS Collar ke tubuh Buntung pun berjalan dengan baik dan lancar.

"Hanya saja kendala kita adalah medan yang cukup sulit kita lalui sehingga kita harus berupaya ekstra agar GPS Collar ini bisa terpasang kembali sehingga kita bisa memantau kembali posisi kawanan gajah liar tersebut ketika seumpamanya mendekati pemukiman warga," tutupnya.

Terpisah Kepala TNBBS Resort Suoh Sulki mengatakan gajah yang diberi nama Buntung atau Lestari tersebut memiliki sifat yang cukup agresif serta memiliki sifat yang paling dominan di dalam kawanan nya sehingga ia berharap dengan di pasangnya kembali GPS Collar tersebut bisa kembali memudahkan petugas dalam melakukan pemantauan.

"Karena jika terjadi hal seperti sebelumnya dimana GPS Collarnya terlepas maka kita akan kesulitan untuk melakukan pemantaun, sehingga harapan kita dengan dipilihnya Buntung ini sebagai gajah yang di pasangi GPS bisa lebih memudahkan petugas untuk melakukan pemantauan terhadap hewan bertubuh besar itu," pungkasnya. (*)


Video KUPAS TV : Bandar Lampung Target Sasaran Imunisasi Measless Rubella