• Rabu, 18 Mei 2022

Lansia dan Disabilitas Disarankan Didampingi Keluarga Saat Berikan Suara di Pilkakon Pringsewu

Rabu, 11 Mei 2022 - 18.39 WIB
34

Salah satu warga yang mencoba simulasi e-voting di bilik suara. Foto: Gamel/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pringsewu - Pemerintah Kabupaten Pringsewu memperbolehkan kelompok lanjut usia (Lansia), penyandang disabilitas dan orang sakit menyertakan pendamping saat memberikan hak suara di TPS saat Pemilihan Kepala (Pilkakon) serentak.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (PMP), Tri Haryono mengatakan, kendala di beberapa pekon terkait sosialisasi bagi pemilih yang sudah Lansia, sakit atau disabilitas bisa didampingi.

"Tetapi disini kita sarankan pendamping itu dari keluarga sendiri agar lebih percaya untuk mendampingi," kata Sekretaris Dinas PMP, Tri Haryono, Rabu (11/5/2022).

Baca juga : 3 Kecamatan di Pringsewu Diminta Serius Persiapkan Pilkakon

Tri menyampaikan, guna menjaga asas nilai aman, langsung, umum, bebas, jujur, adil dan rahasia, maka semua pemilih diharuskan untuk datang langsung ke TPS tempat mereka terdaftar.

Tetapi untuk pemilihan secara e-voting bagi yang sakit harus didatangi, karena prinsip dari Pilkakon ini langsung, umum, bebas dan rahasia.

Langsung artinya yang bersangkutan hadir datang langsung memberikan hak suaranya di TPS. Kemudian untuk Lansia dan sebagainya juga bisa didampingi.

Alat perangkat Pilkakon secara e-voting juga tidak bergantung pada jaringan internet, bisa diggunakan di tempat yang minim jaringan maupun sinyal internet.

"Terkait listrik alat akan kita pastikan terisi penuh, sehingga nanti tidak terjadi kendala dan kita sudah siapkan UPS yang bertahan selama 6-12 jam," lanjutnya.

Baca juga : 55 Calon Kepala Pekon Bersaing di Pilkakon Serentak Pringsewu

Pilkakon yang jatuh tepat pada Rabu pekan depan akan dimulai sejak pukul 07:00 WIB dan berakhir pukul 13:00 WIB. Pihak dinas PMP juga telah membentuk tim inti maupun tim teknis lapangan untuk membantu berjalanya Pilkakon dari awal hingga akhir.

"Masing-masing TPS akan didampingi tim teknis lapangan satu orang. Kemudian kita juga ada tim teknis inti berjumlah 10 orang yang akan melakukan upgrade dan penginstalan program peng-inputan data ke dalam sistem aplikasi," lanjutnya.

"Mudah-mudahan dengan pelaksanaan Pilkakon sistem e-voting ini proses penghitungan suara akan lebih cepat daripada proses manual," tutupnya. (*)


Video KUPAS TV : Perjuangan Atlet Lampung di Sea Games | Gadis Blasteran Amerika-Indonesia Sorot Kebijakan Pemerintah