• Rabu, 18 Mei 2022

Masyarakat Meminta Pemkab Pesibar Konsisten Terhadap Rencana Pembangunan Jalan Sumber Rejo-Way Haru

Jumat, 21 Januari 2022 - 10.18 WIB
95

Kondisi jalur patroli Sumber Rejo - Way Haru. Foto: Dok Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesisir Barat - Terkait rencana pembangunan jalan Sumber Rejo - Way Haru oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Masyarakat berharap Pemkab bisa konsisten terhadap rencana tersebut agar benar-benar terealisasi.

Pembangunan jalan yang di sebut sebagai jalur patroli Sumber Rejo-Way Haru itu rencana nya akan mulai di bangun tahun ini setelah persetujuan kerjasama antara Pemkab Pesibar dengan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBS) di sepakati.

Sebab lokasi pembangunan jalan tersebut merupakan kawasan hutan lindung Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) sehingga dibutuhkan persetujuan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk membuka akses jalan menuju empat Pekon (Desa) yang berada di Kecamatan Bengkunat itu.

Rahman Alfaqier Peratin Pekon Siring Gading, Kecamatan Bengkunat mengaku bersyukur dan sangat mendukung rencana pemkab pesibar untuk membangun jalan penghubung menuju empat pekon yang ada di wilayah setempat.

BACA JUGA: DPUPR Pesibar Siapkan Rp3,3 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sumber Rejo - Way Haru

"Kami sangat mendukung rencana pemkab untuk membangun jalur patroli Sumber Rejo - Way Haru, artinya do'a dan keluh kesah masyarakat selama ini untuk bisa mendapatkan akses jalan yang layak di dengar oleh Pemkab," jelasnya, Jumat (21/1/2022).

Rahman mengatakan sudah bertahun-tahun akses jalan menuju empat pekon yaitu, Way Haru, Siring Gading, Bandar Dalam, dan Way Tiyas tidak tersentuh pembangunan jalan yang membuat sulitnya akses warga menuju fasilitas kesehatan ataupun menjalankan aktifitas sehari-hari.

"Terutama saat musim hujan jalan yang masih berupa tanah ini tidak bisa di lalui oleh masyarakat dengan menggunakan kendaraan roda 4 dan roda 2, bahkan masyarakat yang melintas di jalan tersebut seringkali menggunakan tenaga kerbau agar bisa melewati jalan itu karena lumpur yang menggenangi jalan tersebut setinggi lutut orang dewasa," jelasnya.

Rohman melanjutkan dengan kondisi jalan yang sulit dilalui tersebut tentu menjadi kendala besar bagi masyarakat yang ada di 4 pekon tersebut dalam menjalankan aktifitas keseharian mereka.

Salah satunya jika ada warga yang sakit dan hendak dirujuk menuju fasilitas kesehatan mau tidak mau masyarakat harus secara sukarela bergotong royong membawa masyarakat dengan cara ditandu menggunakan bambu dan kain sarung menuju fasilitas kesehatan yang letak nya puluhan kilometer di luar pekon tersebut.

"Sehingga dengan adanya rencana pembangunan tersebut agar benar-benar bisa terlaksana, tanpa ada kendala apa pun agar masyarakat di empat pekon ini bisa mendapatkan akses jalan yang layak, serta mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktifitas sehari-hari guna menunjang perekonomian masyarakat setempat," jelasnya.

Sementara itu Suhendra salah satu warga pekon Siring Gading mengatakan dirinya bersama warga lain berharap pembangunan jalan Sumber Rejo - Way Haru itu benar-benar terlaksana karena itu merupakan harapan dari masyarakat setempat sejak berpuluh-puluh tahun lalu.

"Kami berharap pemerintah kabupaten Pesisir Barat Konsisten dengan rencana pembangunan jalan tersebut, agar akses jalan menuju empat pekon itu layak untuk di lalui masyarakat dalam melakukan aktifitas khususnya untuk akses menuju fasilitas kesehatan dan fasilitas lain nya yang jauh dari pekon," pungkasnya. (*)

Video KUPAS TV : HIU PAUS TERDAMPAR DI PERAIRAN BANDAR LAMPUNG