• Rabu, 26 Januari 2022

Tanggapan Disdik Soal Pencabulan Oknum Guru Ngaji di Pesibar

Rabu, 12 Januari 2022 - 13.58 WIB
42

Kepala Bidang Dikdas Paud dan PMFI, Erik Putra AR, saat dikonfirmasi, Rabu (12/12022). Foto: Echa/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesisir Barat - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Barat (Disdikbud) mengecam keras aksi bejat yang dilakukan oleh oknum guru Sekolah Dasar (SD) berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah setempat.

Menanggapi soal kasus tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesisir Barat, melalui Kepala Bidang Dikdas Paud dan PMFI, Erik Putra AR, sangat menyayangkan serta mengecam keras atas perbuatan guru di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Lemong.

"Pelaku kan seorang guru agama, sekaligus guru ngaji, seharusnya ia tahu bagaimana cara mendidik serta mengayomi siswa/i nya menjadi lebih baik, bukannya justru melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma dan aturan yang berlaku," kata Erik, saat dikonfirmasi, Rabu (12/12022).

Sebagai guru agama seharusnya pelaku menanamkan nilai-nilai kebaikan serta menumbuhkan rasa nyaman kepada siswa/i yang di ajar agar siswa/i itu bisa maju dan berkembang. Akibat ulah nya tersebut saat ini korban mengalami trauma yang cukup berat yang bisa mengancam masa depan siswa/i itu.

Erik berharap pelaku akan diberikan sanksi seeberat-berat nya atas perbuatan yang dilakukan hingga dilakukan pemecatan setelah hasil pemeriksaan dan vonis pelaku keluar.

"Perbuatan pelaku jelas mencoreng nama baik dunia pendidikan," ungkapnya.

Baca juga : Bertambah Satu, Korban Pencabulan Oknum Guru PNS Sekaligus Guru Ngaji di Pesibar Jadi 14 Orang

Erik juga berharap kejadian seperti ini tidak lagi terjadi kedepan nya, untuk itu perlu kerjasama antara dinas terkait untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak, untuk memastikan mendapatkan hak sebagai warga negara indonesia.

"Kedepan kita akan lebih mengoptimalkan perlindungan terhadap siswa/i dengan bekerjsama dengan pihak terkait," pungkasnya.

Sementara Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pesisir Barat, dr. Budi Wiyono mengatakan, pihaknya akan memberikan pendampingan terhadap korban untuk memulihkan trauma yang di alami.

"Saat ini jumlah korban tercatat ada 14 orang dan ada 2 korban sudah dilakukan visum. Saat ini kita masih menunggu perkembangan lebih-lanjut terkait adanya dugaan korban lain," jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus berupaya agar korban mendapatkan keadilan atas peristiwa yang menimpa korban.

"Kita akan berkoordinasi dengan Disdikbus, lalu Polsek dan pihak terkait lainnya untuk menyiapkan pengacara bagi para korban dalam upaya hukum," pungkasnya. (*)


Video KUPAS TV : WARGA RESAH BANYAK PENCURIAN MOTOR DI BANDAR LAMPUNG