Selain Pasar BK, Pemkot Tawari Lapak Alternatif Bagi PKL yang Digusur
Sukarma, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandar Lampung saat dimintai keterangan di lokasi penggusuran. Foto: Rohmah/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Kota Bandar Lampung menawarkan alternatif lain kepada PKL di sekitar Bambu Kuning yang digusur.
Hal tersebut disampaikan oleh Sukarma, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandar Lampung ketika dimintai keterangan usai pembongkaran sebanyak 46 lapak PKL di pinggir gedung Bambu Kuning, Kamis (30/12/2021).
Sudah sekitar awal November 2021 perihal problem relokasi PKL Jalan Bukit Tinggi ini terjadi, Sukarma mengatakan bahwa pihak pemkot sudah melakukan pendekatan baik dengan penyuratan dan audiensi.
“Maka perlu diperhatikan bahwa penertiban pada hari ini sudah melalui upaya persuasif sebelumnya,” kata Sukarma.
“Kita lakukan pendekatan terus untuk PKL Bukit Tinggi dan Jalan Batusangkar juga, meminta mereka supaya memindahkan lapaknya ke lantai dua Pasar Bambu Kuning,” ungkapnya.
BACA JUGA: Setelah Tertunda Beberapa Kali, Pembongkaran Kios PKL Jalan Bukit Tinggi Mulai Dilakukan
Ia menyampaikan bahwa pihak pemkot juga sudah bekerja sama dengan pengembang, demi berfungsinya kembali jalanan kota tanpa terhalang oleh pelapak kaki lima.
“Lapak pengganti juga sudah kita diberikan, yaitu di lantai 2 Bambu Kuning secara gratis atau tanpa sewa selama 6 bulan. Selain itu kami juga berikan alternatif tempat selain Pasar Bambu Kuning yaitu di Pasar SMEP,” imbuhnya.
Sukarma mengatakan bahwa Pasar Bambu Kuning dan sekitarnya akan dijadikan sentra oleh-oleh sehingga dilakukan pembersihan PKL dengan harapan dapat memberi kenyamanan bagi pengunjung pasar.
“Kita kan ibu kota provinsi. Nanti disini akan menjadi sentra oleh-oleh yang akan dikunjungi oleh tamu kita dari luar daerah, karena disini juga banyak hasil kerajinan yang dijajakan,” ujarnya.
“Maka setelah ini tinggal tugas dinas lingkungan hidup dan dinas pekerjaan umum yang memang sudah bergerak sejak tadi untuk membersihkan sisa puing lapak. Drainase yang ada di ruas jalan itu juga nantinya akan diperbaiki, sedimennya kembali dikeruk,“ jelasnya.
Sukarma juga mengimbau agar pedagang lebih kreatif dalam memanfaatkan teknik penjualan yang ada agar menarik peminat pembeli atau dengan cara menjual secara online.
“Kalau masalah penjualan sepi, saya yakin kalau mereka mau tidak ada yang tidak bisa, sekarang juga bisa jual offline dan online sekaligus. Akses untuk lantai dua Bambu Kuning juga ada tiga, lewat tengah, pintu barat, dan pintu timur,” tuturnya.
Kemudian ia menambahkan bahwa untuk saat ini pemkot masih fokus memberesi PKL di Pasar Bambu Kuning saja.
“Kalau untuk pasar lainnya nanti dulu, kita masih rapikan yang di sini dulu,” tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : PENETAPAN UMK BANDAR LAMPUNG TAK SESUAI HARAPAN WALI KOTA
Berita Lainnya
-
112 Siswa di Bandar Lampung Diduga Keracunan MBG, Dinkes Tunggu Hasil Uji Lab BPOM
Kamis, 30 April 2026 -
Sempat Tertinggal Poin, Persib Bandung Balikkan Keadaan 4 - 2 Bhayangkara Presisi Lampung FC
Kamis, 30 April 2026 -
Sidang Gugatan BPN Lampung Timur Hadirkan Dua Ahli Hukum Unila, Dorong Kepastian Hukum
Kamis, 30 April 2026 -
2.082 Buruh Asal Lampung Bertolak ke Jakarta Ikuti Aksi May Day di Monas
Kamis, 30 April 2026








