• Sabtu, 04 Desember 2021

Pertumbuhan UMKM di Tanggamus Terkendala Modal dan Pemasaran

Selasa, 16 November 2021 - 19.09 WIB
53

Talk Show DPRD Tanggamus Menyapa dengan tema 'IKM, UMKM dan Koperasi di Kabupaten Tanggamus Siap Go Ekspo, di kawasan wisata Bukit Idaman Gisting, Tanggamus, Selasa (16/11/2021). Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Animo kaum milenial untuk belajar dan memulai bisnis di tengah pandemi Covid-19 sangat tinggi, akan tetapi kesinambungan usaha terkendala oleh modal dan pemasaran.

Pemkab Tanggamus harus hadir membantu kegelisahan dan persoalan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk tetap terus bertahan.

Hal itu terungkap pada kegiatan Talk Show DPRD Tanggamus Menyapa dengan mengambil tema 'IKM, UMKM dan Koperasi di Kabupaten Tanggamus Siap Go Ekspo' yang dipandu host CEO Kupas Tuntas Grup, Donald Haris Sihotang, S.E, M.M. dan menghadirkan narasumber Wakil Ketua I DPRD Tanggamus, Irwandi Suralaga, Ketua Komisi II DPRD Tanggamus, Fakhruddin Nugraha, Kabid Koperasi, Junaidi dan Kabid UMKM, Omi Lestari, di kawasan wisata Bukit Idaman Gisting, Tanggamus, Selasa (16/11/2021).

Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Tanggamus, Omi Lestari mengungkapkan, di Tanggamus saat ini bermunculan berbagai ragam olahan yang diproduksi UMKM lokal dan sebagian besar dikelola kaum milenial.

"Namun UMKM tersebut timbul tenggelam karena persoalan minimnya modal dan pemasaran, sehingga belum bisa menyerap tenaga kerja secara maksimal," kata Omi.

Baca juga : Inovasi dan Terobosan Disdukcapil Tanggamus Menuju Tertib Administrasi Kependudukan

Sebelum pandemi Covid-19 lanjutnya, tercatat ada 5.164 pelaku UMKM, kemudian angka tersebut melonjak tinggi di masa pandemi yakni sebanyak 20.164, karena dipicu oleh adanya bantuan dana BLT UMKM.

"Di tahun 2021 ini, pelaku UMKM di Tanggamus menurun tinggal hanya, 14.702, karena banyak yang tidak aktif lagi oleh berbagai persoalan seperti keterbatasan modal dan pemasaran," lanjutnya.

Menurut Omi, para pelaku UMKM sebenarnya sudah menghadapi kendala modal dan pemasaran sebelum pandemi Covid-19, ditambah lagi persoalan SDM dengan keterampilan terbatas, serta perizinan dan sertifikat halal BPOM.

"Bila pelaku UMKM akan menjual produk nya keluar, biaya ke BPOM mahal. Saat ini baru ada 30 UMKM yang mengikuti Bimtek BPOM. Untuk izin halal baru ada 60 produk yang mengantongi sertifikat halal," terang Omi.

Omi mengakui saat ini belum satupun pelaku UMKM di Tanggamus yang mengekspor produknya ke luar negeri. "Permasalahannya keterbatasan anggaran dan kesinambungan usaha," ujarnya.


Kabid Koperasi Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Kabupaten Tanggamus, Junaidi mengungkapkan, dari 246 Koperasi yang ads di Tanggamus, hanya 95 Koperasi yang aktif.

"Dari 95 Koperasi yang aktif tersebut, baru satu Koperasi yang mampu go internasional, yakni ekspor pisang mas oleh Koperasi Tani Hijau di Pekon Sumber Mulyo, Kecamatan Sumberejo," kata Junaidi.

Menanggapi kondisi ini, Wakil Ketua I DPRD Tanggamus, Irwandi Suralaga berharap, pemerintah hadir terhadap pelaku UMKM dan Koperasi, baik berupa dukungan anggaran, perizinan dan lain sebagainya.

"Selama ini pelaku UMKM kan terkendala pengetahuan akan teknologi, seperti pendaftaran secara online. Tukang gorengan mana tahu buka komputer, ini yang harus dibantu," kata Irwandi.

Irwandi juga berharap, pemerintah mendata pelaku UMKM yang akan mendapat bantuan baik dari pusat, provinsi dan kabupaten, baru kemudian diminta melengkapi persyaratan 

Ia juga menyoroti para pelaku UMKM yang diistilahkannya hangat saat ekonomi sulit, tetapi setelah krisis ekonomi berakhir UMKM redup. "Jangan sebelum dibantu sehat, tetapi setelah dapat bantuan loyo," ungkapnya.

Sementara Ketua Komisi II, Fakhruddin Nugraha menambahkan, selama ini bantuan UMKM hanya mengandalkan dari pemerintah pusat, sedangkan bantuan dari alokasi APBD Kabupaten Tanggamus sangat minim.

"Kalau boleh saya usul, Pemkab Tanggamus kan punya penyertaan modal di Bank Lampung. Deviden (keuntungan) dari penyertaan modal itu untuk membantu pelaku UMKM daripada masuk kas daerah terus," ujarnya. (*)


Video KUPAS TV : PEMKOT BERENCANA BANGUN KOPERASI PRODUKSI HEWAN TERNAK DI BANDAR LAMPUNG