Muktamar NU Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lampung
Logo resmi Muktamar ke-34 NU. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Hajat nasional Muktamar NU diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung. Hal ini menjadi angin segar bagi para pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk memasarkan produknya.
Ajang Promosi Pelaku UMKM
Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengajak para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan pelaksanaan Muktamar NU ke-34, 23-25 Desember 2021, sebagai ajang promosi dan meningkatkan omzet penjualan.
"Pelaku UMKM di Lampung khususnya, Kabupaten Lampung Tengah yang menjadi tuan rumah, bisa memanfaatkan Muktamar NU ke-34 sebagai ajang promosi. Peluang ini harus bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku usaha," kata Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra Pemprov Lampung, Qodratul Ikhwan, Rabu (10/11/2021).
Baca juga : PWNU Lampung Menduga Ada Upaya Sabotase Muktamar ke-34
Qodratul mengatakan, kegiatan Muktamar NU ke-34 diharapkan dapat membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung. Karena akan banyak orang dari luar daerah yang akan datang dan berbelanja di Provinsi Lampung.
Namun, Ia mengingatkan kepada panitia Muktamar untuk benar-benar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, mengingat saat ini masih masa pandemi Covid-19.
"Protokol kesehatan tetap menjadi acuan untuk diterapkan. Karena saat ini Lampung terbaik dalam menekan penyebaran Covid-19," ujarnya.
Menurut Qodratul, Pemprov Lampung hanya bersifat memberikan dukungan serta mengontrol pelaksanaan kegiatan tersebut agar tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Tapi ada dana juga yang disiapkan untuk menutupi jika nanti ada kekurangan. Namun besarannya masih didiskusikan dan masih berproses," ungkapnya.
Angin Segar Bagi Pelaku Usaha
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung, Yuria Putra Tubarat, menilai Muktamar NU menjadi angin segera bagi para pelaku usaha di Lampung. Karena akan mendatangkan banyak peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Yuria yakin pelaku ekonomi di Lampung akan sangat terbantu dengan penyelenggaraan Muktamar NU. Ia menyarankan industri kreatif dan UMKM dari 15 kabupaten/kota membuka stan di lokasi yang mudah dijangkau oleh peserta Muktamar.
“Muktamar NU yang akan dihadiri oleh ribuan peserta dari seluruh daerah di Indonesia, harus dijadikan momentum untuk memperkenalkan berbagai produk dan hasil kerajinan khas dari para pelaku UMKM yang ada di Lampung. Karena para peserta itu akan pulang ke tempat asalnya dengan membeli oleh-oleh asal Lampung. Ini juga bisa menjadi ajang promosi kerajinan asal Lampung," jelas Yuria.
Ia berharap para pelaku UMKM yang akan memajang hasil karyanya pada pelaksanaan Muktamar NU, dapat memberikan yang terbaik dengan harga yang bersaing.
"Kita harus mempersiapkan diri menjadi tuan rumah yang baik, agar orang juga punya kesan yang baik terhadap Lampung," sarannya.
Yuria melanjutkan, dengan dijajakannya hasil produk UMKM pada peserta Muktamar, diharapkan akan menggerakkan roda perekonomian yang akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung.
"Dengan mereka beli makan dan minum di Lampung, otomatis perekonomian akan tumbuh dan bergerak. Home industri, industri kreatif, semua jadi bergerak maka harus dimanfaatkan dengan baik," ungkapnya.
Baca juga : Kemenag Diduga Support Kakak Menteri Agama di Muktamar NU
Wakil Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung, Raban, mengungkapkan, pengelola hotel merasakan langsung dengan adanya kegiatan Muktamar NU di Provinsi Lampung. Perhelatan nasional itu mendongkrak tingkat keterisian kamar hotel.
“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan Muktamar NU. Karena, permintaan kamar hotel melonjak tajam. Semua hotel berbintang di Bandar Lampung merasakan manfaatnya,” kata Raban.
Ia berharap, Lampung bisa semakin banyak menggelar kegiatan skala nasional agar bisa mendorong omzet pelaku usaha khususnya perhotelan.
Produk dan Jasa Lokal Terserap Pasar
Sementara Pengamat Ekonomi dari Universitas Lampung (Unila), Asrian Hendi Caya, juga optimis pelaksanaan Muktamar NU ke-34 di Provinsi Lampung mampu membangkitkan pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
"Setiap even atau kegiatan, pasti menciptakan keramaian. Setiap keramaian akan menimbulkan bangkitnya ekonomi. Karena setiap orang punya kebutuhan dasar yang harus dipenuhi setiap harinya," kata Asrian.
Asrian membeberkan, jika saat pelaksanaan Muktamar NU ada seribu peserta yang hadir dengan rata-rata berbelanja Rp500 ribu untuk keperluan makan, minum dan transportasi, maka sedikitnya akan ada transaksi atau perputaran uang mencapai Rp500 juta.
"Belum lagi untuk penginapan bisa jadi dua kali lipat. Untuk keperluan acara saja seperti panggung, ATK, aksesoris membutuhkan belanja habis pakai. Sebagian lagi akan menyempatkan jalan-jalan menikmati wisata Lampung dan membeli oleh-oleh," ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan skala nasional tersebut akan menyebabkan produk dan jasa lokal terserap oleh pasar.
"Penyelenggaraan Muktamar NU ke-34 di Lampung ini, bisa diibaratkan seperti seteguk air di tengah kehausan," ujar Asrian.
Ia melanjutkan, salah satu upaya untuk menggerakkan kembali perekonomian, adalah menggerakkan Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition (MICE).
"Mengingat ini masih pandemi Covid-19, maka harus ada pengawasan yang ketat dalam gelaran Muktamar NU tersebut. Protokol kesehatan tetap harus dijalankan secara ketat," imbuhnya. (*)
Artikel ini sudah terbit di SKH Kupas Tuntas Edisi Cetak, Kamis (11/11/2021) dengan judul 'Muktamar NU Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lampung'
Video KUPAS TV : DIRESMIKAN EVA DWIANA, OBJEK WISATA SUMUR PUTRI DIHARAP DAPAT DIKENAL MASYARAKAT LUAR KOTA
Berita Lainnya
-
Aniaya Marbot, Dua Jukir di Bandar Lampung Ditangkap Polisi
Sabtu, 04 April 2026 -
Pemprov Lampung Kembali Salurkan Bantuan Rp1 Juta untuk Jemaah Haji 2026
Sabtu, 04 April 2026 -
Kisah Delitha Inkia Fristky Alumni S1 Manajemen Universitas Teknokrat Indonesia Jajaki Karir di Perbankan
Sabtu, 04 April 2026 -
Curanmor di Tanjung Karang, Pelaku Lepaskan Tembakan ke Udara Saat Dipergoki Warga
Sabtu, 04 April 2026








