• Jumat, 29 Oktober 2021

Soal Maraknya Peredaran Rokok Ilegal, Pengamat Hukum : Jarang Adanya Pencegahan Secara Masif

Kamis, 14 Oktober 2021 - 20.54 WIB
56

Pengamat Hukum Universitas Lampung (Unila), Yusdianto. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pengamat Hukum Universitas Lampung (Unila), Yusdianto mengatakan saat ini peredaran rokok tanpa pita cukai alias ilegal di Lampung masih cukup marak.

"Kalau peluang dalam mengedarkan itu masih terbuka lebar dan longgar, karena jarang adanya pencegahan secara masif. Sehingga itu mendorong para pelaku melakukan jual beli rokok tanpa pita cukai,” kata Yusdianto, Kamis (14/10).

Baca juga : Pengiriman 58 Karton Rokok Ilegal Digagalkan Petugas Bea Cukai di Lamsel

Menurutnya, kasus peredaran rokok ilegal harus menjadi perhatian serius. Karena praktek tersebut melanggar Undang-Undang RI No. 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

"Saya kira bukan hanya Bea Cukai, namun juga perhatian dari semua pihak terkait untuk ikut memberantas peredaran rokok ilegal ini. Siapapun yang melakukan peredaran bisa dikenakan sanksi pidana berkisar 1 hingga 5 tahun penjara," jelas Yusdianto.

Menurut Yusdianto, tak hanya bagi pembuat, pengedar serta penjual nya saja, pembeli rokok ilegal juga dapat dikenakan hukuman.

"Ada beberapa regulasi yang menegaskan bahwa siapapun yang melakukan atau menjual barang yang tidak dilengkapi dengan pita cukai dapat dipidanakan paling rendah 1 tahun dan paling lama 5 tahun," terangnya.

Ia melanjutkan, barang siapa yang menyimpan atau menjual, menukar serta memperoleh dan memberikan barang tanpa cukai juga dapat dipidana dengan ketentuan yang sama.  "Jadi sebenarnya peredaran  tanpa cukai itu dapat menjerat si penjual dan si pembeli,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat yang mengetahui adanya peredaran rokok ilegal agar dapat menyampaikan kepada Bea Cukai di wilayah masing-masing atau pun pihak kepolisian setempat.

Menurutnya, kedepan perlu ada pencegahan yang lebih masif lagi terkait peredaran rokok ilegal, semacam kampanye atau menghimbau kepada masyarakat. Yusdianto meminta semua pihak terkait meningkatkan pengawasan untuk menekan peredaran rokok tanpa cukai.

“Masyarakat juga diimbau agar tidak menggunakan rokok ilegal, karena itu sebuah perbuatan tindak pidana," tandasnya. (*)