• Jumat, 29 Oktober 2021

Sebulan Dibangun Rusak, Rekanan Perbaiki Titik Kerusakan Jalan Menuju GOR Tanggamus

Minggu, 03 Oktober 2021 - 17.43 WIB
73

Perbaikan di titik jalan menuju GOR Tanggamus yang mulai rusak, Minggu (03/10/2021). Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Rekanan pelaksana proyek rigid beton di Dusun Waysom, Pekon Kotaagung, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, bergerak cepat melakukan perbaikan di titik jalan yang mulai rusak.

Kerusakan jalan rigid beton dalam masa pemeliharaan yang sempat dikeluhkan warga, direspon oleh CV Anabae Karya sebagai rekanan pembangunan jalan tersebut.

Pelaksana lapangan CV Anabae Karya, Agus mengatakan, tidak ingin membuat warga kecewa, pihaknya langsung melakukan repair beton untuk memperbaiki pada bagian badan jalan yang rusak menggunakan semen grouting.

"Ada beberapa titik kerusakan jalan yang kami kerjakan beberapa waktu lalu. Kerusakan ringan, seperti retak, dan langsung kami perbaiki," kata Agus, di lokasi jalan rigid beton, Minggu (03/10/2021).

Agus memastikan, sebagai pihak rekanan siap bertanggung-jawab dan memperbaiki semua kerusakan terhadap pembangunan jalan rigid beton.

“Karena proyek itu memang masih dalam masa pemeliharaan dalam jangka waktu 6 bulan kedepan,” terang Agus yang didampingi pengawas lapangan, Jefri.

Baca juga : Baru Sebulan Dibangun, Jalan Menuju GOR Tanggamus Mulai Rusak

Agus mengaku, dalam pengerjaan proyek tersebut pihaknya telah mengerjakan sesuai dengan teknis. Kerusakan sebagian badan jalan tersebut disebabkan tingginya intensitas hujan yang menyebabkan air menggerus permukaan jalan yang baru dibangun, dan ramainya lalu lalang kendaraan.

"Tiga hari setelah selesai, jalan ini sudah dilalui sepeda motor. Bahkan sudah dilewati mobil besar seperti truk dan fuso. Karena di jalan ini ada beberapa perusahaan. Banjir akibat hujan juga menggerus jalan yang baru selesai dikerjakan," ungkapnya.

Sementara itu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan PUPR Tanggamus, Ariantoni mengungkapkan, kerusakan yang ada pada rigid beton tersebut bukan karena kesalahan rekanan, melainkan faktor dari luar. Selain faktor alam, kelas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten sehingga memiliki spesifikasi tertentu.

Dari situ, jika ada kendaraan berat melebihi tonase yang melintas, pastinya akan membuat jalan cepat rusak. "Kendati itu bukan kesalahannya, rekanan telah memenuhi kewajiban memperbaiki," ujar Ariantoni. (*)


Video KUPAS TV : LIMBAH TPA SAMPAH BUMIAYU PRINGSEWU DIDUGA CEMARI SAWAH