• Jumat, 29 Oktober 2021

Baru Sebulan Dibangun, Jalan Menuju GOR Tanggamus Mulai Rusak

Selasa, 28 September 2021 - 17.59 WIB
110

Kondisi jalan rigid beton di Dusun Waysom Pekon Kotaagung, Kecamatan Kotaagung yang mulai rusak.

Kupastuntas.co, Tanggamus - Baru sebulan dibangun, jalan rigit beton di Dusun Waysom, Pekon Kotaagung, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus senilai Rp.1 miliar lebih, sudah mulai rusak.

Kuat dugaan, pengerjaan proyek pembangunan rigit beton sepanjang 225 meter dan lebar 5 meter oleh CV Anabae Karya ini tidak berkualitas dan tidak sesuai spesifikasi teknis atau kontrak. 

Buktinya terpantau di lokasi, proyek  berlabel Rp.1 miliar lebih ini sudah mulai rusak, cor betok retak dan pecah di sejumlah tempat, serta lapisan semen terkikis dan batuan yang bermunculan di permukaan badan jalan.

Kondisi tersebut menguatkan indikasi rendahnya mutu serta kualitas pekerjaan pada proyek jalan menuju gedung olahraga (GOR), dan jalan alternatif menuju komplek perkantoran Pemkab Tanggamus.

Buruknya kualitas pekerjaan proyek jalan tersebut diduga karena lemahnya pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan konsultan pengawas proyek.

Kerusakan jalan ini jelas menimbulkan kekecewaan masyarakat sekitar dan pengguna jalan dari Pekon Campang Tiga, Tanjung Anom dan Talang Rejo, yang setiap hari melewati jalan ini untuk ke pasar Kotaagung atau sekolah.

"Ini yang namanya menghamburkan uang negara. Bagaimana tidak, sudah bertahun jalan ini rusak parah, sekali nya dibangun kualitasnya mengecewakan," kata salah seorang warga sekitar yang enggan dituliskan namanya, Selasa (28/9/2021).

Proyek jalan dengan nilai fantastis ini dibangun pertengahan Agustus 2021 lalu, dan langsung dipasang portal tidak  boleh dilalui kendaraan, kecuali sepeda motor. Dan pada Minggu (26/9/2021), jalan ini baru dibuka, dan dua hari kemudian jalan rigid beton sudah mulai retak-retak.

"Aneh bin ajaib, padahal sejak selesai di cor, jalan ini langsung ditutup, tidak boleh ada kendaraan yang lewat, sekitar tiga mingguan. Kemudian dibuka sedikit untuk sepeda motor, baru hari minggu (26/9/2021), baru dua hari dibuka penuh, sudah kelihatan rusaknya," kata warga lainnya yang juga enggan dituliskan namanya.

Dikatakannya, sejak awal pekerjaan proyek ini terkesan asal-asalan. Bahkan beberapa patok lalu lintas (delineator) yang berada di pinggir jalan dekat perumahan Kodim 0424/Tanggamus dicor. 

"Secara kasat mata terlihat, saat pengerjaan cor beton asal-asalan. Pekerja nya kurang pengalaman. Sisa-sisa material coran juga dibiarkan berserakan di tengah jalan dan sangat mengganggu," kata dia.

Masyarakat berharap, pemerintah melalui dinas terkait segera melakukan krosscheck ke lapangan. "Anggota DPRD juga harus meninjau langsung proyek ini," kata warga lainnya.

Sayangnya, pihak Kepala Dinas PUPR Tanggamus, Riswanda Djunaidi, Sekretaris PUPR, Okta Rizal, dan Kabid Bina Marga, Bowo Nugroho selaku pihak yang membidangi pekerjaan ini belum berhasil dimintai keterangan, baik secara langsung atau melalui telefon seluler. (*)

Video KUPAS TV : BUDIDAYA KERANG HIJAU DI LAMSEL GAGAL PANEN DITERPA CUACA BURUK