Panglima TNI Sebut Terjadi Anomali Data Covid-19 di Lampung
Panglima TNI Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, saat memberikan keterangan, Kamis (2/9/2021). Foto: Ria/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menyebutkan jika di Provinsi Lampung terjadi anomali data Covid-19 atau ketidakkonsistenan data atau membuat suatu data menjadi hilang.
Hal tersebut disampaikan oleh Marsekal Hadi, di depan Forkopimda Provinsi Lampung, saat mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Mahan Agung rumah dinas Gubernur Lampung, Kamis (2/9/2021).
"Contohnya satu kasus di Way Kanan. Tracingnya sebetulnya sangat bagus, dimana satu orang positif yang ditracing 11 jadi 1:11. Namun positif rate nya di luar dugaan semua. Positif rate yang harus dicapai kurang dari lima, tapi disini mencapai 84 persen," kata Marsekal Hadi, saat memberikan keterangan.
Baca juga : Jokowi Minta Pasien Covid-19 Hindari Isoman, IDI: Mungkin Presiden Tidak Percaya
Ia melanjutkan, terjadinya anomali data tersebut merupakan kesalahan yang harus diselesaikan. Kunci sukses dalam penyelesaian masalah tersebut ialah koordinasi antara Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan juga kabupaten/kota.
"Kunci sukses dalam data adalah Kadinkes provinsi dan kabupaten. Ada yang salah mohon segera koordinasi dengan pusat, sehingga dasbor pusat bisa dibaca apakah Lampung ada lonjakan atau landai," lanjutnya.
Ia juga menambahkan, pihaknya bersama dengan Polri akan memberikan pendampingan berjalannya Aplikasi Tracer Si Lacak untuk memantau berjalannya tracing dan testing.
"TNI dan Polri akan memberikan pendampingan atas aplikasi si lacak sampai ke tingkat PPKM mikro di desa. Jadi permasalahan tracing kontak erat akan bisa terpecahkan menggunakan aplikasi itu," terangnya.
Selain itu, TNI dan Polri juga siap memberikan pendampingan kepada pasien positif Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri dan isolasi secara terpadu untuk menekan angka kematian.
"TNI dan Polri akan melakukan pendampingan untuk menekan angka kematian yaitu dengan melakukan pendampingan terhadap Isoman maupun Isoter dan siap melaksanakan perintah untuk mengirimkan obat untuk wilayah Lampung," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : JOKOWI MINTA VAKSINASI DI LAMPUNG TERUS DIGENCARKAN
Berita Lainnya
-
PLN Akselerasikan Program Pemerintah, Lebih dari 10 Ribu Rumah Tangga di Lampung Terang lewat Program BPBL
Jumat, 12 Juni 2026 -
PT KAI Tanjungkarang Amankan 29 Bidang Aset
Jumat, 12 Juni 2026 -
Puluhan Daycare di Bandar Lampung Belum Berizin, Orang Tua Diminta Waspada
Jumat, 12 Juni 2026 -
Pemprov Lampung Janji Lunasi Utang DBH Rp549 Miliar ke Pemda Kabupaten/Kota hingga Akhir 2026
Jumat, 12 Juni 2026








