• Rabu, 20 Mei 2026

Waspada! Marak Aksi Penculikan Anak

Jumat, 31 Januari 2020 - 12.41 WIB
1.5k

Ilustrasi penculikan

Diketahui, upaya penculikan anak terjadi di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menimpa LKS yang masih berusia 6 tahun. Korban adalah warga Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah.

Ibu korban, KW (32) menuturkan anaknya nyaris diculik pada Rabu (29/1) sekitar Pukul 11.00 WIB saat pulang sekolah dari SDN 1 Kagungan Ratu.

“Anak saya mengaku saat sampai di jalan gang gedung kosong bekas bioskop di Kelurahan Panaragan Jaya, dihampiri seseorang yang tidak dikenal. Ciri-cirinya memakai baju kaos merah, celana hitam, memakai helm, dan mengendarai motor matic. Kemudian pelaku mengajak anak saya untuk ikut dengannya dengan iming-iming dua es krim,” ungkapnya, kemarin.

Beruntung, LKS menolaknya karena ingat pesan ibu dan neneknya jika di jalan ketemu orang tidak dikenal jangan diikuti.

Namun karena tidak menuruti kemauan pelaku, korban sempat dipaksa hingga menangis. Saat itulah di lokasi melintas warga setempat Agus Tomi menggunakan mobilnya.

Baca Juga: Dinas Lingkungan Hidup Janji Cek Pembuangan Limbah Rumah Sakit Graha Husada

Kesempatan itu dimanfaatkan korban untuk lari masuk ke warung Mursalim (36) yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. “Kemudian saya ditelepon pak Mursalim tentang kejadian tersebut. Saya langsung menyusul anak saya di warungnya. Saya berharap kepolisian bisa mendalami kejadian tersebut, karena semalam kepolisian sudah datang ke mari untuk konfirmasi kejadian," ucapnya.

Menindaklanjuti kejadian itu, Kasat Reskrim Polres Tubaba Iptu Andri Gustami mengatakan, akan segera melakukan penyelidikan.

“Kami sudah mendatangi kediaman korban dan meminta ibu korban untuk membuat laporan, sehiongga kami bisa segera melakukan tindakan terkait kasus ini. Karena atas dasar laporan tersebut kami bisa segera menindaklanjuti," paparnya.

Pada hari yang sama, RA siswi kelas 5 SD warga Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan juga nyaris menjadi korban penculikan.

Aksi penculikan terhadap RA terjadi pada Rabu (29/1) siang, saat korban sedang berjalan di pinggir jalan di desa setempat. Peristiwa penculikan terhadap RA dilakukan dengan cara menarik tangan korban dan dimasukan ke dalam sebuah mobil.

 

"Saya sempat diseret dari sini sampai ke situ (sekitar 5-8 meter)," ujar RA saat menerangkan peristiwa itu kepada warga dan anggota kepolisian.

 

Ia mengaku sempat tarik ke dalam mobil berwarna hitam yang digunakan oleh komplotan penculik tersebut. Beruntung, karena pintunya sedikit terbuka, korban lalu mengigit tangan salah seorang pelaku sehingga berhasil melarikan diri dari cengkraman penculik.

Editor :