• Senin, 06 April 2026

Buruh Mengamuk: 11 Bulan Gaji Tak Dibayar, Kantor DPRD Lamsel Dikepung dan Ban Dibakar

Senin, 06 April 2026 - 16.42 WIB
29

Ratusan buruh PT San Xiong Steel Indonesia saat menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati dan DPRD Lampung Selatan, Senin (6/4/2026). Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Ratusan buruh PT San Xiong Steel Indonesia menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati dan DPRD Lampung Selatan, Senin (6/4/2026), menuntut kejelasan hak-hak mereka yang hingga kini belum dipenuhi.

Para buruh yang berasal dari PT San Xiong Steel Indonesia itu turun ke jalan lantaran gaji selama 11 bulan belum dibayarkan, termasuk tunggakan BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, serta Tunjangan Hari Raya (THR) yang tak kunjung direalisasikan oleh pihak manajemen perusahaan.

Aksi yang berlangsung sejak pagi itu diawali dengan mendatangi Kantor Bupati Lampung Selatan. Dalam orasinya, para buruh berharap bisa bertemu langsung dengan Bupati Radityo Egi Pratama maupun wakil bupati untuk menyampaikan keluhan mereka secara terbuka.

"Kami minta dengan hormat agar bupati atau wakil bupati dapat menemui kami. Kami ingin menyampaikan nasib kami,” tegas Irfan, salah satu perwakilan buruh saat berorasi.

Namun, harapan tersebut pupus. Tidak satu pun pimpinan daerah yang berhasil ditemui. Kekecewaan pun memuncak, terlebih sebelumnya para buruh mengaku telah melayangkan surat resmi dan bahkan mendapat informasi melalui Camat Katibung bahwa bupati akan menemui mereka setelah Lebaran.

"Janji itu tidak pernah terwujud. Kami juga sudah mencoba menghubungi dinas terkait, tapi tidak ada jawaban pasti. Karena itu, kami terpaksa turun aksi,” lanjut Irfan.

Situasi sempat memanas hingga akhirnya Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Selatan, Supriyanto, turun langsung menemui massa. Ia menjelaskan bahwa bupati sedang berada di Jakarta untuk menghadiri audiensi gubernur serta para kepala daerah se-Provinsi Lampung dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI terkait sinergi program pusat dan daerah.

Baca juga: Gaji 11 Bulan Tak Dibayar, Buruh PT San Xiong Steel Kecewa Tak Ditemui Bupati dan DPRD

Tak puas hanya dengan penjelasan tersebut, massa meminta agar bupati dihadirkan melalui sambungan video call. Permintaan itu pun dipenuhi. Dalam percakapan singkat tersebut, Bupati Radityo Egi Pratama berjanji akan segera menjadwalkan pertemuan dengan para buruh.

"Nanti akan segera dijadwalkan untuk dapat bertemu,” ujar bupati dalam video call.

Merasa mendapat sedikit kepastian, massa kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Lampung Selatan. Namun, kekecewaan kembali terjadi. Tidak satu pun anggota dewan terlihat berada di kantor untuk menemui aspirasi mereka.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan seluruh anggota DPRD tidak berada di tempat pada saat aksi berlangsung. Hal ini memicu amarah massa yang merasa diabaikan oleh wakil rakyat.

Sebagai bentuk pelampiasan, sejumlah buruh membakar ban di depan gedung DPRD. Asap hitam pekat dan bau menyengat dari karet terbakar sempat menyelimuti area kantor dewan, disertai teriakan penuh kekecewaan dari para demonstran.

Seorang staf DPRD yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa keberadaan anggota dewan di kantor memang tidak menentu.

“Biasanya mereka ada kalau ada rapat seperti banggar atau paripurna. Di luar itu, cukup sulit masyarakat bisa bertemu langsung di kantor,” ujarnya.

Aksi ini menjadi cerminan kekecewaan mendalam para buruh yang merasa hak-haknya diabaikan, sekaligus sorotan terhadap respons pemerintah daerah dan lembaga legislatif dalam menyikapi persoalan ketenagakerjaan di wilayah tersebut. (*)