Nelayan Kalianda Keluhkan Cuaca Tak Bersahabat Pasca GAK Erupsi
Carmin, , saat ditemui di atas kapal miliknya, Selasa (28/3/2023). Foto: Handika/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Nelayan di Dermaga Boom, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan mengeluhkan cuaca tidak bersahabat pasca Gunung Anak Krakatau (GAK) erupsi, pada Selasa (28/3/2023).
Salah satu nelayan, Carmin mengatakan, dirinya sejak usia 18 tahun sudah menjadi nelayan. "Ya hampir 40-an tahun menjadi nelayan," kata Carmin, saat ditemui di atas kapal miliknya, Selasa (28/3/2023) siang.
Carmin melanjutkan, rute laut yang ia lalui setiap hari untuk mencari ikan dari sekitar GAK hingga perairan Lampung Timur.
Belakangan ini, Carmin bersama nelayan lainnya mengaku sedang susah menjala ikan di laut. Kebanyakan hasil laut yang dibawa pulang adalah cumi-cumi.
"Lagi sedikit ikannya, kebanyakan cumi-cumi. Makanya ini, sampai pada nganggur semua," sambungnya.
Baca juga : Sejak Subuh GAK Meletus 2 Kali dan Lontarkan Abu Hitam Setinggi 2000 Meter
Ditanya soal aktivitas erupsi GAK yang terjadi sebanyak 3 kali pada hari ini, Carmin menjawab tidak tahu.
"Saya kurang tahu karena siang hari, kalau malam kan ketahuan (erupsi). Saya kerjanya malam, cari cumi-cuminya," timpalnya.
Meski sudah terbiasa, Carmin menyatakan jika GAK terjadi erupsi maka akan mempengaruhi cuaca menjadi tidak bersahabat. "Ada pengaruhnya, suasana enggak enak," tandas Carmin.
Baca juga : Lagi, GAK Erupsi dan Muntahkan Abu Mencapai 2500 Meter Diatas Puncak
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau erupsi dan memuntahkan kolom abu berwarna hitam setinggi kira-kira 2.500 meter.
Hal itu berdasarkan rilis Staf Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Anggi Nuryo Saputro melalui situs magma.esdm.go.id, Selasa (28/3/2023) pukul 12.21 WIB.
"Erupsi ini terekam di seismograf, dengan amplitudo maksimum 74 milimeter dan durasi 146 detik," kata Anggi.
Kini status GAK berada di level 3 atau siaga. "Masyarakat diimbau tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : Protes Jalan Rusak, Warga Sukoharjo Pringsewu Tanam Pohon Pisang
Berita Lainnya
-
Setahun Egi–Syaiful Pimpin Lampung Selatan: Antara Kritik Minim Terobosan dan Apresiasi Infrastruktur
Jumat, 20 Februari 2026 -
Diiringi Gondang Batak, Sudin Terima Ulos dan Manortor Bersama Keluarga Besar Pangaribuan
Minggu, 15 Februari 2026 -
Lewat Lagu, Dialog, dan Yel-yel, Sudin Hidupkan Semangat Empat Pilar di Sukanegara
Minggu, 15 Februari 2026 -
Kundapil di Ketapang Lampung Selatan, Sudin Soroti Bahaya Judi Online hingga Curanmor, Warga Keluhkan Maraknya Pencurian
Sabtu, 14 Februari 2026









