Warganya Krisis Air Bersih, Walikota Eva Instruksikan PDAM Way Rilau Cepat Atasi Kebocoran
Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, saat dimintai keterangan di Kantor Kelurahan Panjang Selatan, Senin (14/11/2022). Foto: Sri/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana menginstruksikan Satgas PDAM Way Rilau, agar cepat mengatasi persoalan pada aliran air yang tidak mengalir ke rumah-rumah warga akibat kebocoran pipa.
Pasalnya krisis air bersih terjadi di delapan kelurahan, diantaranya Kelurahan Sumur Batu, Pahoman, Talang, Kupang, Garuntang, Gulak Galik, Bumi Waras dan Kelurahan Sukarame.
"Kemarin bunda sudah instruksikan semua Satgas PDAM turun ke lapangan, karena komunikasinya kadang-kadang ada yang airnya didiamkan," ujar Eva, saat dimintai keterangan di Kantor Kelurahan Panjang Selatan, Senin (14/11/2022).
Eva juga meminta setiap lurah dan camat RT jika ada air yang tidak mengalir jangan warga yang menginformasikan, akan tetapi pamong tempatnya.
"Bunda sedang sisir kembali dan satgas PDAM cek mana pipa yang bocor, karena sayang jika air nya terbuang," ungkapnya.
Baca juga : Sudah 5 Minggu, Warga TBT Bandar Lampung Keluhkan Krisis Air Bersih
Terlebih lanjutnya, saat ini masih musim penghujan, sehingga di penghujan ini air menjadi keruh semua.
"Bunda harap semua laporkan ketika ada yang bocor-bocor, supaya kita perbaiki. Jika airnya sudah mampet karena banyak yang tidak jalan, bunda minta tolong kepada Satgas PDAM mencari dan memperbaiki," jelasnya.
Sementara Kabag Humas PDAM Way Rilau Bandar Lampung, Hikmarwadi mengatakan, delapan kelurahan alirannya mati akibat dampak adanya perbaikan kebocoran pipa Transmisi dan Distribusi diameter 350 di jalan P. Emir M Noer.
"Kita sedang perbaiki kebocoran itu. Tapi malam ini kita hidupkan kembali, kemudian besok kita matikan kembali. Mudah-mudahan besok sudah kembali normal, air bisa dinikmati oleh warga," ucapnya.
Hikmarwadi mengaku tinggal satu titik lagi yang belum diperbaiki, karena ada kendala akar pohon yang di jalan Emir M Noer itu.
"Jadi itu yang mau kita potong pelan-pelan. Disitu yang menjadi penghambat pekerjaan kita hari ini," kata dia.
Saat ini wilayah yang membutuhkan suplay air pakai tanki yaitu di Gunung Mastur, Teluk Betung Timur (TBT). "Di daerah itu kita lagi tapping mengambilkan air yang bagus," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : Lampung Barat - Pesibar Dilanda Banjir dan Longsor, Satu Keluarga Tewas
Berita Lainnya
-
Dinkes Catat 333 Warga Bandar Lampung Terjangkit HIV Sepanjang 2025
Sabtu, 21 Februari 2026 -
Sahara Azana: Sambut Hari Ramadan bersama Azana Boutique Hotel Lampung
Sabtu, 21 Februari 2026 -
Si Jago Merah Ngamuk di Kota Sepang, Penghuni Alami Luka Bakar 50 Persen
Sabtu, 21 Februari 2026 -
Jejak Kasus Korupsi Lampung Tengah Terus Diusut, KPK Periksa PPK Dinkes
Sabtu, 21 Februari 2026









