Komnas PA Bandar Lampung Dorong APH Usut Tuntas Kasus Tewasnya Napi Anak
Ketua Komnas PA Bandar Lampung, Ahmad Apriliadi Passa saat diwawancarai di rumah duka. Foto : Martogi/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar
Lampung - Seorang napi anak bernama Rio Febrian (17) warga binaan di Lembaga
Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas II A Lampung meninggal dunia diduga
dikeroyok oleh rekan satu sel.
Karena peristiwa tersebut,
Ketua Komnas PA Bandar Lampung Ahmad Apriliandi Passa mendorong pihak aparat
penegak hukum mengusut tuntas perkara tersebut supaya terang dan tidak menjadi
tanda tanya publik.
"Kita coba kerjasama sebagai tim advokasi untuk melakukan perlindungan pada keluarga korban sampai dengan pengadilan supaya keluarga ini dapat keadilan yang pantas, yang jelas keadilan harus ditegakkan seadil-adilnya," katanya saat diwawancarai di rumah korban, Rabu (13/7/2022).
Baca juga : Napi Anak di Lampung Tewas Diduga
Dikeroyok, Kemenkumham Lampung Akan Selidiki
Hal tersebut merupakan
bentuk kepedulian Komnas PA Bandar Lampung untuk melindungi anak-anak dari
kekerasan baik fisik maupun verbal. Apalagi dalam kasus tersebut, korban Rio
(17) warga binaan LPKA Klas II Lampung sampai meregang nyawa.
"LPKA sebetulnya
berbeda dengan lapas atau rutan, seharusnya dibedakan perlakuannya, jangan
sampai kejadian seperti ini terjadi lagi, terlepas anak itu sedang menjalani
hukuman. Jangan sampai anak yang dipukuli rekan satu sel dibiarkan saja karena
ada petugas di dalamnya," ujarnya.
Ia menjelaskan walaupun anak-anak warga binaan melakukan kesalahan seharusnya tetap dilindungi sesuai dengan amanat undang-undang, supaya anak warga binaan bisa memperbaiki kesalahannya, bukan menghukumnya dengan membuat blok-blok atau sekat-sekat antara anak yang pendiam dan anak yang lain.
BACA JUGA: RSUDAY
Metro Beberkan Kronologi Penanganan Napi Anak yang Meninggal
"Anak-anak harus
tetap dilindungi terlepas ia (warga binaan) melakukan kesalahan karena tujuan
LPKA ini untuk membina anak-anak supaya baik dan bisa sama-sama memajukan
bangsa ini," jelasnya.
Andi juga berharap
agar fasilitas kesehatan LPKA bisa ditingkatkan sehingga anak-anak warga binaan
bisa lebih cepat ditangani.
"Jadi bisa secara cepat ditangani di klinik dan jangan sampai sudah ada kejadian meninggal seperti yang tidak kita harapkan hari ini," ujarnya.
BACA JUGA: Curhatan
Pilu Keluarga Rio: Kecewa Dihubungi Pihak Lapas Ketika Korban Sudah Sekarat
Andi pun berharap
semoga saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian bisa memberikan keterangan yang
sejujur-jujurnya agar kasus tersebut bisa menemui titik terang.
"Mudah-mudahan saksi-saksi yang ada bisa menyatakan dengan benar, bisa
terungkap dengan baik dan jangan ada yang ditutup-tutupi," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : Maling Motor Spesialis Subuh Ditangkap di Kemiling
Berita Lainnya
-
Gembong Begal Sadis di Bandar Lampung Akhirnya Tertangkap, Polisi Ungkap Jejak 8 TKP
Selasa, 27 Januari 2026 -
Kejati Telusuri Aliran Dana Korupsi SPAM Pesawaran, Bupati Nanda Indira Diperiksa untuk Ketiga Kalinya
Jumat, 23 Januari 2026 -
Aksi Perampokan Bersenjata Gegerkan Tulang Bawang Barat, Rp800 Juta Dibawa Kabur
Senin, 19 Januari 2026 -
Usut Dugaan Korupsi Rp 2,9 Miliar, Kejati Tetapkan Plh Sekda Lampura Jadi Tersangka
Selasa, 13 Januari 2026









