Warga Kampung Khilafah Tidak Mau Pasang Bendera Merah Putih dan Buat KTP Jika Ada Perlu
Kepala Desa Karang Sari, Romsi saat dimintai keterangan. Foto : Imanuel/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Kepala Desa Karang Sari, Romsi dan Kepala Desa Margodadi Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan (Lamsel) Noven Fahri, ungkap kelompok Khilafatul Muslimin tidak mau mengibarkan bendera Merah Putih.
Hal itu diungkapkan mereka saat rapat upaya pencegahan bersama terhadap Kelompok Anti Pancasila dan NKRI di Aula Krakatau Setdakab setempat, Kamis (09/06/2022).
Kepala Desa Karang Sari, Romsi mengatakan, upaya pemasangan bendera Republik Indonesia pernah dilakukan pihaknya bersama kepolisian saat perayaan peringatan HUT Kemerdekaan namun kelompok Khilafatul Muslimin yang berada di Kampung Khilafah tersebut menolak.
Baca juga : Polda Metro Jaya Tangkap Pimpinan Khilafatul Muslimin di Bandar Lampung
"Waktu itu sama temen-temen kepolisian dari polda buat masang bendera saat 17-an, mereka memang tidak pasang. Intinya mereka tidak mau pasang," katanya saat memberikan pemaparan didepan Forkopimda Lamsel.
Selain itu, dia mengatakan, kelompok tersebut juga tidak mau mengurus atau membuat dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) apabila tidak ada keperluan.
"Identitas kependudukan itu mereka mau mengurus ketika membutuhkan. Contohnya waktu itu mau pembuatan surat tanah karena tanah mereka terkena pembebasan lahan tol namun ada persyaratan yang harus dipenuhi. Itu saya perintahkan buat identitas KTP maupun KK pada saat itu," jelas Kepala Desa yang telah menjabat 2 periode ini.
Meski tidak mau mengibarkan bendera Merah Putih dan membuat KTP, kata Romsi, tidak ada pergerakan atau kegiatan yang mencurigakan serta merugikan masyarakat dilakukan oleh kelompok tersebut.
"Kalau di desa saya selama saya menjabat itu biasa-biasa saja. Artinya tidak ada suatu gerakan yang merugikan masyarakat. Setiap ada kegiatan seperti ronda malam mereka ikut bergabung, tapi tidak semuanya. Kalau shalat mereka juga ada yang shalat di masjid kami di situ," tuturnya.
Baca juga : Khilafatul Muslimin Bentuk Kampung Khilafah di Lamsel, Berdiri Sejak Tahun 2004
"Kalau ada kegiatan yang sifatnya ramai mereka mengundang teman-temannya dari berbagai daerah, selalu koordinasi dengan saya bahkan saya selalu diundang oleh beliau-beliau," lanjutnya.
Tambah dia, dirinya pun pernah diajak untuk bergabung ke kelompok tersebut bahkan akan dijadikan Panglima di Desa Karang Sari.
"Jadi pada saat saya pidato ditengah-tengah kehadiran mereka yang ribuan orang banyaknya, saya dipepet, saya ditawarkan untuk jadi Panglima di Karang Sari, saya ditawarkan untuk diajak sampai ke Bogor," tambahnya.
Sementara, Kepala Desa Margodadi Noven Fahri menjelaskan, Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI) Khilafatul Muslimin yang berada di Desa Margodadi tidak pernah mengibarkan bendera Merah Putih.
"Betul mereka tidak pernah pasang bendera dan sekitar kami itu tidak ada yang sekolah disitu," katanya.
Dia menuturkan, kelompok Khilafatul Muslimin itu hingga saat ini terbuka untuk umum. Dirinya pun melakukan pendekatan ke kelompok itu dengan cara berbagi di acara Jumat Berkah.
"Saya pernah masuk kesitu dengan bahasanya melalui Jumat Berkah, sudah berjalan 3 tahun. Alhamdulillah disitu diterima dengan baik, saya shalat disitu, makan bersama. Jadi selama ini baik-baik saja," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Buruh Mengamuk: 11 Bulan Gaji Tak Dibayar, Kantor DPRD Lamsel Dikepung dan Ban Dibakar
Senin, 06 April 2026 -
Gaji 11 Bulan Tak Dibayar, Buruh PT San Xiong Steel Kecewa Tak Ditemui Bupati dan DPRD
Senin, 06 April 2026 -
Buron Beberapa Hari, Pelaku Curanmor di Kalianda Akhirnya Dibekuk
Senin, 06 April 2026 -
Libur Paskah, Ratusan Ribu Penumpang Padati Penyeberangan Merak–Bakauheni
Minggu, 05 April 2026
- Penulis :
- Editor :
Berita Lainnya
-
Senin, 06 April 2026Buruh Mengamuk: 11 Bulan Gaji Tak Dibayar, Kantor DPRD Lamsel Dikepung dan Ban Dibakar
-
Senin, 06 April 2026Gaji 11 Bulan Tak Dibayar, Buruh PT San Xiong Steel Kecewa Tak Ditemui Bupati dan DPRD
-
Senin, 06 April 2026Buron Beberapa Hari, Pelaku Curanmor di Kalianda Akhirnya Dibekuk
-
Minggu, 05 April 2026Libur Paskah, Ratusan Ribu Penumpang Padati Penyeberangan Merak–Bakauheni








