Gakkum LHK Sumatera: Penikmat Aksesoris Satwa Liar Harus Ditangkap
Foto: Agus/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Gakkum, Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) dan Polisi bisa melakukan penangkapan penikmat atau pemilik aksesoris yang dibuat dari organ satwa di indungi, salah satunya gading gajah.
Hal tersebut di tegaskan oleh Kasi Wilayah III Balai Gakum LHK Wilayah Sumatera, M Haryanto saat di konfirmasi melalui ponselnya, Senin (20/9/2021).
"Sangat bisa, Gakkum, BKSDA bahkan Polisi bisa melakukan penangkapan secara langsung jika ada masyarakat yang memiliki aksesoris dari bahan organ satwa dilindungi, seperti pipa rokok dari gading," kata Haryanto.
Ia juga mengtakan, peredaran pipa rokok yang terbuat dari bahan gading, atau aksesoris lainya yang terbuat dari gading, tentu berdampak pada kepunahan gajah.
Baca juga : Pipa Rokok Gading Gajah Banyak Dimiliki Kalangan Menengah Atas
"Wajar jika populasi gajah terus berkurang, salah satu penyebabnya yakni marak peredaran aksesoris dari gading gajah," ungkapnya.
Dari data yang dihimpun Kupastuntas.co, Provinsi Lampung memiliki dua tempat habitat gajah, yaitu Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
"Saya tegaskan, tidak akan ada pemburu gading kalau tidak ada bandar atau penjual besar, dan tidak akan ada bandar kalau tidak ada konsumen, makanya penikmat aksesoris dari gading wajib hukumnya ditangkap," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : Budidaya Madu Trigona di Halaman Rumah Dapat Untung Besar
Berita Lainnya
-
Bupati Ela Targetkan Lamtim Jadi Penghasil Kakao Terbaik di Lampung
Selasa, 27 Januari 2026 -
Prajurit Marinir Asal Lampung Timur Gugur Tertimbun Longsor, Pemakaman Berlangsung Haru
Selasa, 27 Januari 2026 -
Pembatas Sepanjang 70 Kilometer Disiapkan Hentikan Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas
Sabtu, 24 Januari 2026 -
Gerakan Bersatu dengan Alam, Gubernur Lampung Dorong Solusi Adil Atasi Konflik Warga-Gajah di TNWK
Sabtu, 24 Januari 2026









