Klarifikasi Kalapas Kotabumi Terkait Pemukulan Warga Binaan
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Kotabumi Lampung Utara, M Endang Lintang Hardiman. Foto: Ist.
Lampung Utara, Kupastuntas.co - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Kotabumi, M Endang Lintang Hardiman, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan pegawai Lapas Kotabumi yang melakukan aniaya terhadap warga binaan.
Lintang mengaku, memang sebelumnya dirinya sedang tidak berada di Lapas Kelas IIA Kotabumi karena sedang sakit.
"Setelah kita periksa secara internal, insiden itu merupakan murni kesalah-pahaman dan telah berdamai," jelas Lintang, saat memberikan klarifikasi, Minggu (20/06/2021) malam.
Baca juga : Oknum Pegawai Lapas Aniaya Warga Binaan
Kalapas juga menerangkan, bahwa yang terjadi merupakan insiden pengamanan oleh petugas dengan memberikan teguran, namun warga binaan tersebut tidak mengindahkan dan terjadi adu mulut.
"Karena emosi dan lepas kontrol terjadi pemukulan. Bahkan keduanya berkelahi dan saling melawan. Petugas (Birwan) memukul dan terkena di bagian wajah dan bukan kesengajaan," imbuh Lintang.
Kalapas juga memberikan pengarahan kepada seluruh petugas Lapas agar lebih bijak dalam pembinaan dan pendekatan lebih persuasif lagi. Supaya kejadian tersebut tidak akan terulang lagi.
"Telah kami berikan teguran, karena bagaimanapun kondisi nya petugas diharapkan tidak mudah terpancing emosi" pungkas Lintang.
Sementara itu dengan fasilitas pegawai Lapas, Kupastuntas.co diijinkan berkomunikasi dengan Riski, korban atau warga binaan yang dipukul melalui sambungan telepon.
"Iya bang, saya juga ngaku salah karena melawan saat ditegur oleh petugas (Birwan) sehingga sempat adu mulut dan saling pukul. Saya khilaf dan saat ini luka saya telah diobati oleh pihak Lapas," jelas Riski.
Riski juga menambahkan, kronologis kejadian yang diceritakan pada keluarga nya sebagian memang bukan sebenarnya dan telah saling memaafkan.
"Saya minta maaf kepada semua. Kemarin saya juga emosi, jadi keterangan kepada keluarga saya bahwa Pak Birwan memukul saya karena mabok itu tak benar," sesal Riski. (*)
Video KUPAS TV : REMAJA GASAK UANG DARI KOTAK AMAL MASJID!
Berita Lainnya
-
11 Siswa di Lampura Keracunan, Pengelola MBG Akui Lalai dan Siap Perketat Pengawasan
Selasa, 13 Januari 2026 -
Usut Dugaan Korupsi Rp 2,9 Miliar, Kejati Tetapkan Plh Sekda Lampura Jadi Tersangka
Selasa, 13 Januari 2026 -
11 Siswa Keracunan MBG Diduga Jadi Pemicu Guru SDN 3 Sindang Sari Lampura Ngamuk di Sosmed
Senin, 12 Januari 2026 -
Guru SD Negeri 3 Sindang Sari Lampung Utara Keluhkan MBG Tidak Layak Konsumsi, Tempe Pahit dan Buah Busuk
Senin, 12 Januari 2026









