• Sabtu, 05 Desember 2020

Harga Singkong Jadi Rp 900 Per Kilo, Petani di Lampura Ingin Ketemu Owner Perusahaan

Rabu, 18 November 2020 - 16.40 WIB
791

Rapat lanjutan , terkait tuntutan kenaikan harga singkong, di ruang Siger Pemda, Rabu (18/11/2020). Foto: Riki/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Utara - Perwakilan Petani Singkong Lampung Utara (Lampura) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab), kembali menggelar rapat lanjutan di ruang Siger Pemda, terkait tuntutan kenaikan harga Rp1.000 per Kilogram (Kg) dengan Refraksi (potongan) 14%, Rabu (18/11/2020).

Dalam rapat tersebut pihak Perusahaan pengolahan Singkong dari Group Sinar Laut dan Sungai Budi hanya mengakomodir harga singkong Rp900 per Kg dengan Refraksi 20%. Serta akan menindak tegas, apabila masih terdapat pungutan liar (Pungli) di Lingkungan Pabrik.

Baca juga : Rapat Tak Capai Kesepakatan, Petani Singkong Minta Pemda Tutup Operasional Pabrik

Dikarenakan perwakilan petani singkong Lampura tetap menghendaki tuntutan mereka tercapai, maka akan diadakan rapat lanjutan kembali pada Tanggal 25 November mendatang, dengan mendesak pihak Pemerintah Daerah menghadirkan owners perusahaan.

"Pertemuan mendatang kami menginginkan pemilik atau bos perusahaan langsung yang bernegosiasi dengan kami. Karena pertemuan sebelumnya hanya diwakilkan dan tidak dapat memberikan keputusan" jelas Rizky Abung, perwakilan petani singkong.

Pihak Pemda akan semaksimal mungkin dapat mengakomodir tuntutan petani dan menegaskan kepada perwakilan perusahaan, agar pihak yang menghadiri pertemuan mendatang harus pemilik perusahaan dan jangan diwakilkan.

"Saya Harap rapat selanjutnya pemilik harus datang, agar dapat negosiasi dengan petani singkong" jelas Sopiyan, Kadis Pertanian selaku pimpinan rapat.

Rapat lanjutan tersebut berjalan dengan 'alot', dimulai dari pukul 09.00 WIB dan selesai pada pukul 15.30 WIB. Selain Kadis Pertanian, acara tersebut dihadiri oleh perwakilan DPRD, Kadis Perdagangan. (*)


Video KUPAS TV : Barang Rampasan Kasus Korupsi Bupati Lampung Selatan Diserahkan ke Pemkab. Nilainya Puluhan Miliaran