Pengemis Buntung Pengisap Sabu Dituntut 18 Bulan Penjara 1
Pengemis tanpa kedua kaki, Rahmat Untung dituntut 18 bulan penjara. Foto: Oscar/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Jaksa Penuntut Umum Chandrawati Rezki Prastuti, menuntut pengemis tanpa kedua kaki, Rahmat Untung selama satu setengah tahun (18 bulan) penjara lantaran terdakwa terbukti secara sah melanggar pasal 127 sebagai pengguna narkotika jenis sabu-sabu.

Hal itu terungkap di Persidangan Pengadilan Negeri, Kelas 1A, Tanjungkarang, Rabu (13/9/2017).

Dalam persidangan, Jaksa mengatakan terdakwa telah terbukti melanggar pasal 127 sebagai mana dimaksud terdakwa tanpa hak mengkonsumsi, menyimpan serta menjual narkotik.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 1,6 tahun penjara,” ujar Chandra.

Mendengar tuntutan itu, terdakwa Untung diam tanpa sepatah kata pun terucap, sementara penasehat hukum terdakwa, Nur Afni Anggraini di persidangan meminta supaya terdakwa dihukum seringan-ringanya, karena terdakwa di persidangan berlaku sopan, selain itu terdakwa juga mengakui perbuatanya.

Diketahui, Rahmat ditangkap polisi setelah membeli dua paket sabu di Kampung Ampai, Telukbetung Barat. Sebelum diringkus polisi, Rahmat sudah lebih dulu menghisap sabu di rumahnya. Selanjutnya, Rahmat meminta tukang ojek untuk mengantarkannya ke rumah temannya di Kampung Ampai dengan alasan mau membeli baju.

Sesampainya di Kampung Ampai, Rahmat dihampiri seorang pria untuk menanyakan maksud kedatangannya. Lalu, Rahmat menjawab, ia ingin membeli sabu seharga Rp150 ribu.

Pria itu lalu mengambil barang pesanan Rahmat, transaksi itu pun terjadi. Usai mendapat sabu, Rahmat pergi bersama tukang ojek. Di tengah jalan, polisi menangkap Rahmat dan menemukan barang bukti dua paket sabu di kantong celananya. (Oscar)