Demi Pamor Rempah Indonesia di Pasar Dunia, Pemprov Minta Pusat Rehabilitasi Lahan Lada Hitam di Lampung 1
Lada Hitam.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung mengintensifkan budidaya tanaman lada seluas 500 hektar pada 2016 dan 350 hektar pada 2017.

Pada APBD Perubahan 2017, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengajukan rehabilitasi 600 hektare tanaman lada ke pemerintah pusat. Rehabilitasi difokuskan di tiga daerah yakni Lampung Timur, Lampung Utara, dan Way Kanan, masing-masing 200 hektar.

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengatakan, usulan ini untuk melanjutkan intensifikasi lada pada 2017 yang juga difokuskan di Lampung Timur seluas 150 ha, Lampung Utara 100 ha, dan Way Kanan 100 ha. Rehab dan intensifikasi tanaman lada tersebut sejalan dengan program Presiden Joko Widodo yang ingin membangkitkan rempah Indonesia di pasar dunia. “Targetnya, lada hitam Lampung tetap punya pamor di pasar global,” ujar Gubernur, Senin (19/06/2017).

Menanggapi usulan itu, pada 5 Juni lalu tim dari Kantor Wakil Presiden RI telah berkunjung ke sentra lada di Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur untuk melihat langsung usulan produksi lada Lampung. “Hasil tinjauan, semua tanaman lada terkena busuk pangkal batang, sehingga tidak produktif lagi jika tetap dipertahankan. Pemprov mengusulkan ini ke pusat untuk direhab, diganti dengan bibit unggul dan dibantu pupuk organik,” kata Ridho.

Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Lampung, luas tanaman lada di Lampung mencapai 46.054 ha dengan produksi 14.854 ton per tahun dan melibatkan 63.675 kepala keluarga petani. Lada hitam Lampung diekspor ke berbagai benua terutama Eropa dan Amerika Serikat.

Namun pamor lada hitam Lampung mendapat saingan berat dari Vietnam. Meskipun demikian, Ridho optimis lada hitam Lampung tetap digemari, karena tingkat kepedasannya lebih tinggi dari lada hitam Vietnam.

“Lada hitam Lampung memiliki cita rasa dan reputasi yang baik di pasar domestik dan internasional. Maka Pemprov Lampung mendaftarkannya ke Kementerian Hukum dan HAM agar tetap lestari,” kata Ridho.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Lampung, Dessy Desmaniar Romas menambahkan untuk meningkatkan pamor lada hitam Lampung, pihaknya telah membagikan bibit lada ke sekolah, kampus dan juga dan anggota PKK.

“Jangan sampai pelajar dan ibu-ibu di perkotaan tidak lagi mengenal tanaman lada. Mulai 2017 Pemprov Lampung memberikan bantuan bibit lada untuk ditanam di sekolah, kampus, dan di pekarangan,” kata Dessy.

Bibit lada yang dibagikan berjenis perdu. Varietas ini berbeda dengan lada umumnya yang menjalar. “Lada perdu cocok ditanam di pekarangan karena tidak perlu tiang panjang. Lada ini direkomendasikan untuk meningkatkan produksi lada nasional,” tutupnya. (Bong)

Iklan UBL