Kupastuntas.co – Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai mengukur lahan yang akan digunakan untuk membangun dua underpass di Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung.

Dua underpass itu akan dibangun di sekitar pertigaan Jalan Pramuka-Jalan ZA Pagaralam, dan sekitar lampu merah Unila di Jalan ZA Pagaralam. 

Walikota Bandar Lampung, Herman HN mengatakan pembangunan fisik flyover maupun Underpass akan dilakukan awal April tahun ini.

“Kita jadi membangun flyover dan underpass tahun ini. Pekerjaan ini dilakukan untuk masyarakat supaya tidak merasakan kemacetan di daerah tersebut,” kata Herman HN saat mulai mengukur lokasi pembangunan di lokasi pertigaan Jalan Pramuka, Rabu (11/1).

“Setelah pengukuran ini, akan segera dilakukan proses pembebasan lahan. Target pembebasan lahan selama satu bulan,” imbuhnya.

Dalam pengukuran lahan ini, Walikota didampingi Dinas PU dan Camat setempat. Dalam kesempatan itu, Herman meminta camat untuk segera memberitahu warga yang terkena pembebasan lahan dan menego harganya. Selain mengukur lahan, Hermanjuga mengevaluasi konsep underpass yang diajukan Dinas Pekerjaan Umum, baik dari lebar maupun gambar yang tidak sesuai.

“Mudah-mudahan pembebasan lahan segera selesai dan awal April sudah mengerjakan fisik flyover  di depan Mall Boemi Kedaton (MBK) maupun Underpass. Sekarang sedang tender,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Bandar Lampung, Yanwardi, mengaku sudah memperhitungkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di lokasi pembangunan underpass. Menurut Yanwardi, NJOP di perempatan Pramuka yakni Rp1,3 juta/meter, begitupun di jalan ZA Pagaralam Rp1,3 juta. “Untuk ukuran NJOP itulah harganya, dan sudah sesuai kesepakatan,” ungkapnya.

Yanwardi berharap masyarakat dapat membebaskan lahannya sesuai dengan NJOP. “Saya minta juga agar camat melakukan sosialisasi kepada warga yang terkena pembebasan lahan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, flyover di depan MBK akan dibangun dengan panjang 400 meter dan lebar jalan 8 meter. Flyover ini dibangun untuk menghidari kemacetan yang kerab terjadi di ruas jalan tersebut.

Dana yang digunakan untuk flyover dan underpass  diperkirakan menelan anggaran hingga Rp120 miliar dari APBD dan PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur). SMI adalah perusahaan pembiayaan infrastruktur sebagai Badan Usaha Milik Negara dengan 100 persen kepemilikan saham oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan RI. (Wanda)

RS PESAWARAN