Diduga Pasok Narkoba ke Rutan Mapolresta Bandar Lampung, Briptu Niazi Dibui 12 Bulan 1
Narkoba jenis sabu.
Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Briptu Niazi Yusuf yang menjadi terdakwa kasus penyelundupan narkotika, divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Rabu (11/01/2017). Oknum anggota Polresta Bandar Lampung itu, divonis selama satu tahun pidana penjara. Ia terbukti melanggar pasal 127 KUHP tentang penyalahguna Narkotika.

Dalam putusan tersebut terjadi silang pendapat atau dissenting opinion antara hakim anggota Syamsudin, dengan ketua majelis hakim Minanoer Rachman dan Nirmala Dewita.

Menurut hakim anggota Syamsudin, terdakwa terbukti memasok sabu kedalam tahanan Mapolresta Bandar Lampung. Harusnya Niazi dijatuhi hukuman pidana penjara sesuai dengan pasal 114 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Hal itu berdasarkan keterangan lima saksi yakni Winda, Nita, Erna, Resti dan Ayu.

Kelima saksi saat di BAP penyidik Satnarkoba Polresta Bandar Lampung menerangkan bahwa sabu berasal dari Yaumil. Namun keduanya diketahui merubah BAP pertama dan membuat BAP ulang. Dalam BAP itu mereka merubah keterangan bahwa sabu yang didapat berasal dari Niazi.

”Hal itu wajar karena saksi masih dalam pengaruh narkotika saat memberikan keterangan. Sehingga mereka membuat kesaksian ulang dalam BAP kedua,” ujar Syamsudin.

Hakim anggota Syamsudin dalam pandangannya berkeyakinan jika dalam persidangan telah memperoleh keterangan dua alat bukti yang sah. Dua alat bukti itu adalah keterangan saksi-saksi yang dihadirkan dan tes laboratorium.

Namun, ketua majelis hakim Minanoer Rachman dan hakim anggota lain yakni Nirmala Dewita beranggapan lain. Kedua hakim ini menilai jika Niazi tidak terbukti memasok narkotika golongan I bukan tanaman.

Keduanya beranggapan bahwa terdakwa hanya sebagai pengguna. Hal itu berdasarkan dari tes darah yang dilakukannya dan ternyata positif mengandung kandungan metaphetamina.

Selain itu Niazi dalam keterangan terdakwa mengakui jika dirinya menggunakan sabu jauh sebelum hari razia di tahanan Polresta terjadi. Selain itu, hakim beranggapan bahwa keterangan kelima saksi yang dihadirkan jaksa kerap berubah-ubah mulai dari proses BAP hingga proses persidangan, sehingga hakim meragukan keterangan para saksi.
”Sehingga keterangan kelima saksi tersebut dikesampingkan,” ujar Minannoer.

Dalam putusannya, majelis hakim juga meminta agar barang bukti digunakan untuk penyelidikan oleh penyidik untuk perkara selanjutnya. Sebab, terjadinya penemuan di SS tahanan Polresta Bandar Lampung harus diusut karena kejadian terjadi dilokasi tempat penegakan hukum.

Usai menjalani persidangan, Niazi mengaku akan berkonsultasi dengan kuasa hukumnya menanggapi putusan itu. ”Nanti saya akan rundingkan dahulu sama keluarga dan kuasa hukum saya,” ujarnya singkat.

Dia tetap mengaku tidak terlibat atas penyelundupan sabu tersebut ke Rutan Mapolresta. Usai sidang terdakwa langsung memeluk keluarga. Beberapa keluarga pun tak kuasa menahan tangis dan menitihkan air mata. Sebelumnya, Briptu Niazi Yusuf dituntut penjara selama 2,5 tahun penjara oleh Jaksa Patar Daniel. (Oscar)