Mulai Lusa, Warga Lampung Bisa Urus SIM Via Online 1
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Mulai 15 Desember mendatang, masyarakat di Lampung dapat membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) baru kendaraan bermotor secara online.

Direktur Lalu Lintas Polda Lampung, Kombes Prahoro Tri Wahyono, mengatakan peluncuran program SIM online ini berbarengan dengan peluncuran tilang elektronik (E-Tilang) dan e-Banking Samsat di Jakarta.

“Kalau sebelumnya kita hanya perpanjangan yang bisa secara online, sekarang buat SIM baru pun bisa secara online, dan masyarakat akan dipermudah. Ada tiga hal yang akan dilaunching, yakni e-Tilang, e-Banking Samsat, dan SIM online baru,” kata Prahoro, Senin (12/12/2016).

Disebutkan, meski menggunakan KTP luar daerah, bisa membuat SIM di mana pun. Namun, Prahoro mengakui untuk di Lampung baru di Kota Bandar Lampung saja yang memiliki fasilitas tersebut. Sedangkan untuk di kabupaten lain belum bisa diterapkan, karena sarana dan prasarana yang belum memadai.

“Karena perangkatnya baru satu, pengadaannya tidak serta merta mudah. Memang pertama mewakili masyarakat heterogen di Bandar Lampung,” kata dia.

Sedangkan untuk sistem e-Tilang, lanjut Prahoro, bertujuan memangkas cara-cara manual dalam penindakan tilang, serta meminimalisir tindakan pemerasan maupun suap, termasuk pungutan liar.

Selain itu, dengan sistem ini, pelanggar tidak perlu mengikuti proses persidangan. Instansi terkait yang terlibat dalam pelaksanaan e-Tilang antara lain Kejaksaan Tinggi Lampung, Pengadilan Tinggi Lampung, Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Pengadilan Negeri Tanjungkarang, serta BNI dan BRI yang ditunjuk sebagai tempat pembayaran denda.

“Dengan e-Tilang, dapat menyelamatkan anggota dan masyarakat dari tindakan pungli, mengingat saat ini tengah gencar-gencarnya Satgas Saber Pungli,” kata dia.

Dengan e-Tilang, kata Prahoro, dapat memangkas cara-cara manual dan parsial melalui sistem online dari kepolisian, kejaksaan, maupun pengadilan melalui sistem perbankan. Melalui sistem ini, dapat langsung diketahui berapa pelanggar harus membayar denda. Dengan kata lain, tidak akan ada lagi persidangan bagi pelanggar.

“Dalam e-Tilang, data yang diinput petugas di lapangan dapat langsung diakses oleh pihak kejaksaan, pengadilan, maupun bank. Kami memotong adanya transaksi main-main. Setelah ditilang langsung ke bank, bayar. Dengan itu, tidak akan ada sidang lagi,” ujarnya. (Oscar)

RSUD PESAWARAN