Jelang Libur Panjang, PT KAI Tambah Gerbong 1
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – PT Kereta Api Divre IV Tanjungkarang menyiapkan penambahan gerbong di setiap kelasnya. PT KAI menetapkan masa angkutan Natal dan tahun baru mulai 23 Desember 2016 sampai 8 Januari 2017.

“Kami akan melakukan penambahan gerbong di setiap kelasnya, yakni kelas ekonomi satu gerbong, kelas bisnis satu gerbong, dan kelas eksekutif satu gerbong,” kata Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Franoto Wibowo.

Menuturnya, tiket  yang terjual sudah sekitar 39% untuk KA komersial, dan 65% untuk KA ekonomi. Diperkirakan, pada tanggal 19 Desember 2016 (H-6), akan lebih ramai karena bertepatan dengan liburan sekolah semester ganjil.

“Saat ini ketersediaan tiket KAI Tanjungkarang-Palembang masih banyak. Warga bisa memesan melalui outlet penjualan tiket kereta,” tambahnya.

Untuk membantu masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama masa angkutan Natal dan tahun baru, PT KAI Divre IV menyiapkan posko di stasiun-stasiun keberangkatan penumpang, sehingga masyarakat yang menggunakan jasa kereta api dapat lebih terlayani dengan baik.

Dari aspek prasarana, seperti tahun-tahun sebelumnya, PT KAI Divre IV juga menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) pada titik-titik yang dianggap rawan banjir dan longsor, serta mengadakan pemeriksaan ekstra di seluruh jalur KA. Termasuk melakukan perondaan di lintasan KA pada waktu-waktu rawan.

Pada angkutan Natal dan tahun baru kali ini, PT KAI Divre IV menyiagakan 14 petugas jaga di daerah rawan. Selain itu, PT KAI juga bekerja sama dengan instansi terkait, demi menjamin keselamatan penumpang di perlintasan-perlintasan sebidang.

PT KAI membatasi barang bawaan penumpang maksimal 20 kg atau dimensi barang tidak lebih dari 1 meter, karena apabila terjadi kelebihan bagasi, masing-masing penumpang akan dikenakan biaya angkut tambahan. Besarnya biaya tambahan adalah Rp10.000 bagi penumpang kelas eksekutif,  Rp6.000 bagi penumpang kelas bisnis dan ekonomi komersial, serta Rp2.000 bagi penumpang kelas ekonomi bersubsidi.

Bagi penumpang yang membawa barang lebih dari 40 kg atau lebih dari 2 meter, barang akan ditolak dan disarankan menggunakan jasa ekspedisi. (Wanda)

MTQ PSWRN