Empat Kecamatan Rawan Konflik Pilwakot

Konflik Pilwakot

 

Kupastuntas.co – Polresta Bandar Lampung mendeteksi bakal ada empat kecamatan yang rawan terjadi konflik pada pemilihan walikota (Pilwakot) Bandar Lampung 9 Desember2015 mendatang. Keempat kecamatan itu adalah Telukbetung Selatan, Sukabumi, Sukarame dan Kemiling. Polresta Bandar Lampung akan menerjunkan 1.600 personel guna mengamankan pelaksanaan Pilwakot Bandar Lampung.

Menurut Kepala Satuan (Kasat) Intel Polresta Bandar Lampung, AKP Andi Purnomo Sigit, Polresta telah menyebar personel intelejen dan informannya di 1300tempat pemungutan suara (TPS), hingga ke ruang lingkup yang lebih luas di setiap kecamatan untuk mengantipasi segala bentuk kecurangan. “Sejarah telah berbicara di beberapa tempat di Bandar Lampung kerap ditemuinya ketidakpuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu). Selain itu, juga persoalan mobilisasi masyarakat yang tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Bandar Lampung untuk dijadikan pemilih,” kata Andi saat ditemui di acara bimbingan teknis (Bimtek) KPU Bandar Lampung di Rumah Makan Kayu, Selasa kemarin.

Ia mencontohkan Kecamatan Sukarame sebagai daerah rawan konflik Pilkada. Sebab, di sana ada banyak rumah kos. Sehingga, banyak penghuni kos yang tidakpunya KTP Bandar Lampung dimanfaatkan oknum tertentu ikut memilih. Selanjutnya Kecamatan Kemiling sambung dia, meskipun banyak dibilang orang wilayah sepi. Ternyata lebih berpotensi dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk melakukan money politics dan pengkondisian kantong suara.
Pihaknya sudah menyusun beberapa pola pengamanan yang akan diterapkan saat hari pencoblosan nanti.

Yakni, pola aman dimana dengan per dua TPS akan dijaga satu anggota Polri dan empat petugas ketertiban. Lalu, pola rawan dimana satu TPS akan dijaga satu anggota Polri dan dua petugas ketertiban. Ditambahkan, ketika situasi terjadi peningkatan kerawanan, maka pihaknya akan meningkatkan jumlah personel untuk melakukan pengamanan di lapangan. “Untuk meminimalisir itu semua, kami terus ikuti dari proses tender berlangsung, pengumuman, pencetakan, distribusi, kampanye masing-masing pasangan calon (Paslon), pemilihan hingga perhitungan. Semua informasi kecurangan kita tindaklanjuti,” tegasnya.

Di bagian lain, Ketua Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Bandar Lampung, Adek Asy”ari, berjanji akan turut serta mengamankan Pilwakot Bandar Lampung agar tetap berjalan sesuai jalur. Selain melakukan pengawasan terhadap 1.300 TPS, Panwaslu juga melakukan penjagaan logistik siang dan malam dengan sistem shift.
“rdquo;Kan logisitik Pilwakot akan ditempatkan di gudang KPU Bandar Lampung di Sukarame. Makanya kita perintahkan tiga orang pengawas kecamatan (Panwascam) setempat dibantu enam panitia pengawas lapangan (PPL) ikut melakukan pemantauan. Bahkan staf kami juga diturunkan sebanyak tiga orang,” tandasnya. (Yoga)

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!