Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung Pembangunan backbone serat optik untuk Indonesia bagian barat melalui proyek Palapa Ring paket barat hampir rampung dikerjakan oleh PT Palapa Ring Barat, Jum’at (11/08/2017).

PT Palapa Ring Barat sendiri merupakan Badan Usaha Pelaksana yang diberi tugas selama 18 bulan untuk menyelesaikan proses pembangunan hingga pengoperasian tulang punggung pita lebar untuk proyek Palapa Ring paket barat.

Proyek nasional ini dibagi menjadi tiga bagian, paket barat, paket tengah, dan paket timur.

Usai menggelar kabel optik di daratan, kini lautan menjadi lahan selanjutnya sebelum infrastruktur internet cepat itu dirasakan oleh masyarakat.

President Director PT Palapa Ring Barat, Syarif Lumintarjo menuturkan bahwa kendala utama penggelaran kabel optik di laut adalah soal cuaca.

“Kesulitan sudah terprediksi hampir tidak ada, hanya saja tidak terprediksi adalah cuaca, walau sudah memperkirakan cuaca tapi kadang-kadang kenyataanya tidak seperti itu,” ujarnya ditemui di Batam.

Berbeda dengan negara lain yang kondisi wilayahnya teresterial, Indonesia memiliki tantangannya tersendiri sebagai negara kepualuan. Lebih dari 17 ribu pulau ada di Indonesia, hal itu menjadi perhatian bagi yang ingin menggelar kabel optik untuk keperluan internet.

“Proses penggelaran ini kan didahului sama survei. Nah, survei sendiri mencerminkan pada saat kita gelar. Jadi sudah observasi dulu kondisi laut yang sudah terpetakan sebelum mulai gelar. Sebetulnya faktor ketidakpastian itu cuaca,” tutur Syarif.

Penggelaran kabel optik sisi laut terbagi menjadi 2 batch yang pada pelaksanaannya akan dikerjakan secara paralel. Dan hari ini merupakan salah satu tahapan terpenting dari pekerjaan proyek Palapa Ring Paket Barat, yaitu penggelaran kabel serat optik laut batch 1 dengan total panjang kabel kurang lebih 1.242 km.

Jarak tersebut meliputi segmen Tanjung Bembam Batam – Tarempa (sepanjang 369 km); segmen Tarempa – Ranai (322 km); segmen Ranai – Singkawang (352 km); dan segmen Sekanah Daik Lingga – UQJ Bintan Tanjung Bembam (199 km).

Selanjutnya segmen Batam – Karimun – Tebing Tinggi – Bengkalis – Siak serta segmen Daik Lingga – KualaTungkal akan dilanjutkan pada batch 2.

Penggelaran kabel di batch 1 dilakukan dengan kapal Limin Venture yang berbendera Indonesia berjenis vessel. Walaupun mempunyai kapasitas penyimpanan kabel sepanjang 1.500 km, namun kapal yang memiliki 3 tangki penyimpanan kabel tersebut hanya bisa menggelar kabel dengan batas kedalaman minimum 20 m saja.

“Tanggal 14 Agustus, kapal dan kru mulai berangkat (gelar kabel optik di laut),” imbuh Syarif.

Sementara batch 2 dengan panjang 505 km dengan menghubungkan segmen Batam – Karimun – Tebing Tinggi – Bengkalis – Siak serta segmen Daik Lingga-Kuala Tungkal.

Proyeksi penggelaran kabel laut batch 2 dilakukan pada September sampai Desember 2017. (Dtc)

Iklan UBL