‘Merumput’ di Cina, Pemain Liga 3 PSSI Asal Tubaba Terganjal Biaya 1
Rahman Susanto bersama Harun, ayahnya, saat berkoordinasi dengan Ahmadzen Kabid Pemuda dan Olahraga pada Disbudparpora Kabupaten Tubaba, Senin (9/10/2017). Foto: Irawan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat – Rahman Susanto penjaga gawang Serasi Fc Tulangbawang Barat (Tubaba) Liga 3 PSSI tampil memperkuat tim sepakbola Indonesia dalam Indonesia National Football Academy ( INFA) di kejuaraan sepakbola internasional Cina. Namun, keberangkatan Rahman terganjal oleh biaya.

Mahasiswa Sekolah Tinggi Olahraga Metro ini merupakan putra kedua dari pasangan Harun dan Puji Astutik, warga RT 01 RW 08 Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tubaba ini harus berkeliling untuk mencari bantuan biaya.

Baca juga: Dua Pemain Liga 3 Serasi FC Tubaba ‘Merumput’ di Cina

Ditemui di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Tubaba. Rahman Susanto bersama ayahnya membuat surat keterangan untuk izin dari universitasnya selama dua bulan berada di Cina, mulai pertengahan Oktober ini hingga Desember nanti.

Kirun, sapaan ayah Rahman Susanto yang berprofesi sebagai Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Gedung Setdakab Tubaba mengaku hendak menjual motor satu-satunya miliknya untuk mendukung cita-cita anaknya menjadi pemain sepakbola di kancah internasional.

“Ada yang bilang kalau cari bantuan dulu, jangan dulu jual motor. Saya sangat senang anak saya bisa membela Indonesia di cabang olahraga dan bisa tampil di Cina,” ujarnya kepada Kupastuntas.co, Senin (9/10/2017).

Rahman Susanto meminta do’a dan dukungan dari semua masyarakat di Indonesia khususnya Tubaba, agar dirinya bisa membawa nama baik Indonesia saat bertanding di Cina nanti. “Saya mohon doa restu dan dukungan dari semua masyarakat Tubaba agar diberikan kesehatan selama berada di tim dan bisa mempersembahkan yang terbaik,” ungkap dia.

Susanto menceritakan, dirinya sudah siap fisik maupun mental. Hanya saja, ia masih butuh dana untuk perjalanan.

“Kalau dana, saya bersama bapak masih nyari bantuan, termasuk meminta bantuan kepada Pemda Tubaba. Sebenarnya, biaya yang dibutuhkan yaitu pembuatan visa, biaya dari Lampung ke Jakarta, di Jakarta nanti sudah kumpul dengan Tim, dan menuju ke Malaysia untuk transit. Kalau dari Malaysia ke Cina itu di biayai oleh Tim, nanti di sana selama 2 bulan,” tutur dia.

Di lain pihak, Ahmadzen Kabid Pemuda dan Olahraga Tubaba mengatakan, Disbudparpora tidak bisa membantu dana keberangkatan Susanto. Hanya saja, dirinya mengarahkan agar Santo membuat proposal.

“Santo ini memang memiliki bakat yang bagus, pada 2014 lalu dia merupakan anggota Paskibraka Kabupaten Tubaba. Tetapi, kami tidak bisa berbuat banyak karena anggaran yang seperti ini, saya sudah arahkan untuk membuat permohonan bantuan dana,” katanya. (Irawan/Putra)