Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Sejumlah kalangan menilai Panglima TNI Gatot Nurmantyo bermanuver untuk menghimpun dukungan politik sebagai modal mencalonkan diri pada pemilihan presiden 2019.

Dari instruksi pemutaran film Penumpasan Pengkhianatan G-30S/PKI dan pernyataannya tentang 5.000 pucuk senjata ilegal hingga bersafari ke sejumlah kampus dan bertemu dengan para ulama.

“Sekiranya Pak Gatot Nurmantyo tertarik masuk politik praktis, politik elektoral, politik untuk dipilih, setelah pensiun Partai Golkar siap memfasilitasi hal tersebut,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Bobby Adhityo Rizaldi dalam acara diskusi bertema “Politik Bukan Panglima” di restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (7/10/2017).

“Kalau setelah menjadi Panglima ingin mengabdi ke masyarakat dengan berpartisipasi ke dunia politik, Golkar tentu siap menampung,” katanya.

Untuk saat ini, Bobby menyarankan agar Gatot tetap fokus pada tugasnya sebagai Panglima TNI. Gatot sendiri akan pensiun pada Maret 2018 mendatang.

“Kan, sebentar lagi pensiun juga,” ujar Bobby.

Menurut anggota Komisi Pertahanan DPR RI ini, di era kepemimpinan Ketua Umum Setya Novanto, cukup banyak purnawirawan militer yang menjadi kader partai. “Ini kali pertama setelah reformasi cukup banyak purnawirawan di kepengurusan Pak Novanto,” ujarnya seperti dikutip dari Tempo.co.

Sebelumnya, Partai Golkar juga dikabarkan mengangkat Letnan Jenderal (Purnawirawan) Eko Wiratmoko sebagai pengganti Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Yorrys Raweyai. Eko merupakan mantan Sekretaris Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. (Tpo)

Iklan UBL