Curah Hujan Meningkat, Malaysia Alami Banjir Bandang 1

 

Kupastuntas.co, Kuala Lumpur – Banjir parah melanda wilayah Malaysia bagian timur laut sejak beberapa hari terakhir. Banjir ini disebut sebagai yang terparah dalam kurun waktu 30 tahun.

Pemerintah Malaysia bahkan mengingatkan bahwa seiring datangnya musim hujan, distrik-distrik di lima negeri bagian mungkin akan mengalami banjir hingga Maret mendatang.

Deputi Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, lima negeri bagian bisa mengalami banjir antara bulan ini dan Maret. Kelima negara bagian tersebut adalah Kelantan, Terengganu, Pahang, Sabah dan Sarawak.

Akibat banjir, sejumlah sekolah di Terengganu dan Kelantan hingga saat ini masih diliburkan. Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Terengganu sejak pekan lalu, hingga kini belum juga mereda. Dilansir New Straits Times yang dikutip dari Detik.com, Jumat (6/1/2017), ketinggian air di sejumlah daerah bisa mencapai hingga 1,5 meter.

Sebagian warga di Telemong, Terengganu menyebut banjir ini sebagai yang terparah dalam waktu 30 tahun. Sejauh ini tak ada korban jiwa akibat banjir parah ini.

“Banjir sekarang ini bahkan lebih besar daripada banjir tahun 1986. Air naik sangat cepat. Dalam waktu kurang dari dua jam, air telah masuk ke rumah kami,” ujar Isa Kassim, pensiunan PNS berumur 65 tahun.

Jumlah warga yang mengungsi di Kelantan dan Terengganu berkurang menjadi 18.300 orang, dari yang tadinya 23 ribu orang pada Rabu (4/1/2017) waktu setempat. Banjir musiman melanda wilayah yang ada di pantai timur Malaysia setiap tahun dan biasanya diwarnai evakuasi besar-besaran.

Warga yang ada di pengungsian menyebut persediaan makanan cukup, namun ada masalah kebersihan. Tempat sampah yang dipenuhi sampah berdekatan dengan pengungsian warga.

Kebanyakan warga yang mengungsi khawatir akan berkurangnya pendapatan dan takut rumahnya dijarah pencuri. Salah satu warga yang mengungsi, Mohamad Nawi Che Mamat (50), menuturkan bagaimana dirinya harus menembus genangan banjir setiap harinya, demi memeriksa rumahnya.

“Saya tidak bisa pergi bekerja dan mulai kehabisan uang,” tutur Mohamad Nawi yang berprofesi sebagai sopir truk ini.

Warga lainnya memilih tetap bertahan di rumah mereka yang digenangi banjir. Pantauan dari udara menunjukkan sebagian wilayah Kota Bharu, ibukota Kelantan bagaikan danau lumpur dengan hanya atap-atap rumah warga terlihat. Di beberapa wilayah Kelantan lainnya, anak-anak sibuk bermain di genangan banjir dan warga bolak-balik menyeberangi banjir yang cukup dalam. (*)

MTQ PSWRN