Pesawat Meledak, Pramugari Ini Selamat Setelah Jatuh dari Ketinggian 10.000 Meter 1

Kupastuntas.co – Hampir semua orang di bekas negaraYugoslavia (sekarang pecah menjadi beberapa negara di Eropa tenggara) mengenal nama Vesna Vulovic. Ia adalah satu-satunya pramugari di dunia yang selamat setelah jatuh dari ketinggian 10.000 meter ketika pesawat yang ia tumpangi meledak di udara pada 26 Januari 1972.

Vulovic meninggal dunia pada 24 Desember 2016 di apartemennya di Beograd pada usia 66 tahun, namun namanya akan dikenang sebagai ‘perempuan yang memiliki sembilan nyawa’.

Kisah Vulovic berawal saat ia bertugas sebagai awak maskapai penerbangan Yugoslav Airlines. Pesawatnya jatuh, diduga akibat ledakan bom, di pegunungan negara yang dulu bernama Cekoslovakia. Saat ini negara itu menjadi Ceko dan Slovakia.

Diperkirakan bom dimasukkan saat pesawat transit di Kopenhagen, Denmark, namun tak ada bukti kuat yang mendukung klaim ini.

Dikutip dari detik.com, ada 28 penumpang dan awak di pesawat, dan hanya Vulovic yang selamat. Sementara 27 orang lainnya meninggal dunia. Tim penyelidik mengatakan, Vulovic tergencet kereta makanan di bagian ekor pesawat yang jatuh ke bumi di tengah suhu udara yang membeku.

Bagian ekor pesawat jatuh di satu kawasan berhutan yang tertutup salju tebal, yang diperkirakan mengurangi dampak jatuh dengan berfungsi seperti bantal alami, yang menjadi faktor besar dalam menyelamatkan nyawa Vulovic.

Ia diselamatkan oleh pencari kayu bernama Bruno Honke yang mendengarnya berteriak di kegelapan malam di antara puing-puing yang berserakan.

Begitu tiba di rumah sakit ia koma selama sepuluh hari. Tulang tengkoraknya retak, dua tulang belakangnya hancur, dan mengalami patah tulang di bagian pinggul, iga, dan di kedua kaki.

“Badan saya hancur dan tim dokter yang menyatukannya kembali,” kata Vulovic kepada New York Times pada 2008. “Tak ada yang memperkirakan saya bisa berumur panjang,” tambahnya.

Kecelakaan membuat nama Vulovic masuk ke Guinness Book of Records pada 1985 sebagai orang yang selamat jatuh dari ketinggian 10.000 meter tanpa memakai parasut.

Kecelakaan ini membuatnya lumpuh dari pinggang hingga ke kaki, namun ia bisa pulih sepenuhnya dan kembali bekerja di perusahaan penerbangan, kali ini bukan sebagai pramugari tapi sebagai karyawan kantor.

Ia mengatakan tak ingat sama sekali kecelakaan yang menimpanya maupun upaya penyelamatan dari hutan tempat ia ditemukan di pegunungan di Cekoslovakia. Setelah itu, ia tetap bepergian dengan menggunakan pesawat terbang. Banyak penumpang yang ingin duduk di sebelahnya.

Ia menjadi selebritas di Serbia dan memanfaatkan popularitas ini untuk terjun di dunia politik yang membuatnya dipecat pada 1990 karena ambil bagian dalam aksi unjuk rasa menentang Presiden Slobodan Milosevic. (*)

RS PESAWARAN