Sejumlah Harga Komoditas Pokok di Pasar Kotabumi Lampung Utara Beranjak Naik 1
Pedagang beras di Pasar Pagi Kotabumi Lampung Utara, Selasa (14/11/2017). Foto: Sarnubi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Utara – Sejumlah harga komoditas pokok selama tiga hari terakhir mulai mengalami kenaikan yang cukup tinggi di Pasar Pagi Kotabumi, Lampung Utara.

Naiknya harga bahan pokok seperti cabai dan bawang itu disebabkan faktor cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, sehingga hasil produksi pertanian mengalami penurunan.

Dila (34) salah satu pedagang sayur-mayur di Pasar Pagi Kotabumi mengatakan untuk cabai merah keriting naik Rp7 ribu/kg. Sebelumnya dijual dengan harga Rp28 ribu/kg sehingga dijual menjadi Rp35 ribu/kg-nya. Sementara untuk cabai kecil jenis jengki dijual dengan harga Rp20 ribu sebelumnya Rp18 ribu/kg.

“Kalau untuk bawang merah malah turun, sebelumnya Rp24 ribu/kg saat ini sudah Rp20 ribu/kg. Nah yang naik malah bawang putih, dari harga Rp15 ribu/kg saat ini menjadi Rp20 ribu/kg,” ujar Dila saat diwawancarai di lapak dagangannya, Selasa (14/11/2017).

Akibat harga yang melonjak naik, lanjut Dila, membuat omset berjualan berkurang. Biasanya para konsumen membeli cabai dan bawang dalam jumlah banyak, namun karena harganya tinggi jadi hanya beli sedikit. Karena tinggi rendahnya harga bahan pokok ini sangat mempengaruhi pendapatan sehari-hari.

“Kalau harganya murah, kan para pembeli pasti akan membeli dalam jumlah banyak. Yang tadinya mau beli setengah kilo karena harganya murah hadi beli sekilo. Tapi kalau harganya mahal yang tadinya mau beli sekilo jadi beli seperampat,” jelasnya.

Di tempat terpisah saat dikonfirmasi awak media, Ko Ahen, salah satu pedagang beras dI Pasar Pagi Kotabumi menjelaskan, untuk harga beras masih naik seperti beberapa minggu yang lalu.

Untuk beras medium sebelumnya dijual dengan harga Rp8.500/kg saat ini Rp9.800/kg-nya. Sementara untuk beras premium masih di harga Rp13.000/kg-nya.

“Dibilang naik sebenarnya barangnya ada, malah banyak, gak putus-putus. Setiap tahun juga seperti ini, nanti kalau sudah panen juga akan turun lagi harganya. Nah sekarang ini panennya lagi habis jadi wajar saja kalau harganya naik,” ujarnya. (Sarnubi)