Dialog Aneh Dalam Perampokan Rumah Kakam di Way Kanan, Polda Minta Masyarakat Segera Download Aplikasi Panic Button 1
Ilustrasi. Foto: Ist/Kupastuntas.co,

Kupastuntas.co, Way Kanan – Sungguh menyedihkan, empat laporan kasus perampokan besar di Kabupaten Way Kanan yang sudah berbulan-bulan ditangani aparat kepolisian jajaran Polres Way Kanan, hingga kini tak kunjung terungkap.

Kini para korban sudah “mengikhlaskan” aksi perampokan yang menimpa mereka, lantaran penanganannya memakan waktu yang lama dan sama sekali tidak membuahkan hasil.

Muhlini warga Negara Batin Kabupaten Way Kanan, seorang korban perampokan pada Rabu (14/9/2016), mengungkapkan rasa kecewanya atas kinerja aparat kepolisian daerah setempat yang hingga kini terkesan tidak berjalan. Hingga ia pun nampaknya harus rela aksi kejahatan perampokan yang telah merampas uang Rp 300 juta di kediamannya kala itu berlalu begitu saja.

“Yah sepertinya kita sudah tidak punya harapan lagi untuk polisi bisa mengusut tuntas para pelaku perampokan yang telah menimpa saya. Sebab, kasus-kasus perampokan yang sebelum saya pun sampai saat ini tidak terungkap juga,” keluhnya kepada Kupastuntas.co, Selasa (10/1/2017).

Namun demikian, sambung Muhlini, tentunya warga Negarabatin berharap agar Kapolda Lampung ikut andil melihat keluhan warga Way Kanan atas kasus perampokan yang hingga kini tak kunjung terungkap.

“Kalau seperti ini jangan salahkan kami bila warga membekalkan diri dengan persenjataan untuk bertindak langsung jika ada aksi kejahatan di daerah setempat,” terangnya.

Untuk diketahui aksi kejahatan perampokan di Way Kanan sudah empat kali terjadi. Namun, hingga kini tak satupun kasus tersebut berhasil terungkap oleh aparat kepolisian daerah setempat.

Berdasarkan data yang dihimpun Kupastuntas.co, aksi perampokan kali pertama terjadi di kediaman Sutris (45) Warga Kampung Tanjung Emas, Kecamatan Negeri Besar, Kabupaten Way Kanan. Dimana aksi tersebut terjadi pada Rabu (11/5/2016). Akibat peristiwa tersebut, selain kendaraan Vega ZR BE 7513 WI milik korban berhasil dibawa kabur dua orang pelaku, korban juga ahirnya tewas setelah kepalanya tertembus timah panas oleh salah seorang pelaku dalam aksi perampokanya.

Aksi perampokan selanjutnya, terjadi kediaman korban Muhlini Warga Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, sekira pukul 02.00 WIB, Rabu (14/9/2016). Dari lokasi, pelaku yang diperkirakan delapan orang lengkap bersenjata api berhasil membawa kabur uang tunai Rp 300 juta, setelah pelaku berhasil menodong korban dikediamannya.

Selain itu, aksi kawanan perampok bersenjata api telah menggasak uang tunai senilai Rp 100 juta, satu unit motor KLX, satu unit motor Supra X, dan kalung emas motif padi seberat lima suku (33 gram lebih), cincin emas satu suku (6 gram lebih) beberapa unit HP dan tas berisikan dokumen surat-surat motor dan mobil milik korban Setri Asihono (47) warga Dusun Tanjung Baringin, Kampung Simpang Tiga, Kecamtan Rebangtangkas Kabupan Way Kanana, Sabtu (15/10/2016).

Dan aksi perampokan terakhir menimpa korban Johar (45) warga Dusun Tajab, Kampung Negara Batin, Way Kanan pada Rabu (28/12/2016). Dimana komplotan perampok bersenpi telah membawa kabur uang tunai Rp 20 juta, satu unit motor Honda Beat, satu unit motor Honda Revo, tiga unit HP Samsung dan enam dus rokok berbagai merk dari kediaman korban. (Indro)

MTQ PSWRN